Dampak Terburuk Covid-19 Terhadap Sektor Ekonomi Telah Berakhir
Kamis, 19 November 2020 - 09:35 WIB
loading...
A
A
A
"Apa yang membuat tantangan pembuat kebijakan dalam situasi yang luar biasa dan tidak pasti ini? Setiap situasi luar biasa dan tidak pasti tetap mengharuskan pemerintah hadir. Namun pertanyaannya, hadir seperti apa dan inilah dilema yang harus diatasi dan dihadapi. Tidak ada situasi yang ideal," katanya. (Baca juga: Subsidi Gaji 2,4 Juta guru Non-PNS Cair)
Dilema pertama adalah membuat kebijakan relay atau mengandalkan data historis atau menggunakan data proyeksi. "Data historis tentu membantu, tapi kalau tahu bahwa Covid-19 akan memukul ekonomi dan keuangan dan kita tahu ini dampaknya. Apakah kebijakan didesain dengan mengandalkan data historis saja atau kita mendesain berdasarkan apa yang mungkin terjadi," tuturnya.
Lalu, kedua mengenai kecepatan versus akurasi, misalnya puluhan juta masyarakat mendapatkan bantuan pemerintah. “Pemerintah perlu membantu mereka secara cepat karena Covid-19 itu tidak pakai kata pengantar, dia langsung naik dan memukul. Maka, kecepatan menjadi penting, namun kita tahu mungkin akurasinya tadi yang ini exclusion error datanya belum sempurna," paparnya. (Lihat videonya: Pemerintah Austria Kembali Putuskan untuk Lockdown kedua)
Dan Ketiga adalah dilema mengenai fleksibilitas dan compliance. Banyak sekali regulasi aturan dibuat dalam situasi normal saat menghadapi situasi extra-ordinary yang membutuhkan kecepatan dan fleksibilitas. "Karena itu, pilihan untuk tetap melakukan, sambil memperbaiki akurasi data diambil," ujarnya. (Rina Anggraeni)
Dilema pertama adalah membuat kebijakan relay atau mengandalkan data historis atau menggunakan data proyeksi. "Data historis tentu membantu, tapi kalau tahu bahwa Covid-19 akan memukul ekonomi dan keuangan dan kita tahu ini dampaknya. Apakah kebijakan didesain dengan mengandalkan data historis saja atau kita mendesain berdasarkan apa yang mungkin terjadi," tuturnya.
Lalu, kedua mengenai kecepatan versus akurasi, misalnya puluhan juta masyarakat mendapatkan bantuan pemerintah. “Pemerintah perlu membantu mereka secara cepat karena Covid-19 itu tidak pakai kata pengantar, dia langsung naik dan memukul. Maka, kecepatan menjadi penting, namun kita tahu mungkin akurasinya tadi yang ini exclusion error datanya belum sempurna," paparnya. (Lihat videonya: Pemerintah Austria Kembali Putuskan untuk Lockdown kedua)
Dan Ketiga adalah dilema mengenai fleksibilitas dan compliance. Banyak sekali regulasi aturan dibuat dalam situasi normal saat menghadapi situasi extra-ordinary yang membutuhkan kecepatan dan fleksibilitas. "Karena itu, pilihan untuk tetap melakukan, sambil memperbaiki akurasi data diambil," ujarnya. (Rina Anggraeni)
(ysw)
Lihat Juga :