Tanggapi Laporan Pemerkosaan oleh AP, Gapki: Anggota Kami Telah Menyediakan Lingkungan Kerja yang Kondusif dan Layak
Kamis, 19 November 2020 - 20:28 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Gara-gara laporan Associated Press (AP), media yang berbasis di Amerika Serikat (AS), yang mengungkap adanya tindakan pemerkosaan terhadap pekerja kebun sawit perempuan berusia 16 tahun oleh bosnya, asosiasi pengusaha kelapa sawit pun angkat bicara. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono memastikan tidak ada eksploitasi pekerja perempuan di industri kelapa sawit Indonesia.
Jika memang ada pelecehan pekerja perempuan maka aparat penegak hukum harus mengusut tuntas perkara ini sesuai dengan hukum yang berlaku. Pasalnya, tindakan itu merusak citra seluruh industri kelapa sawit di mata publik. ( Baca juga:Investigasi AP Ungkap Pemerkosaan dalam Produksi Minyak Sawit Indonesia )
"Kami memastikan bahwa perusahaan sawit yang menjadi anggota Gapki telah menyediakan lingkungan kerja yang kondusif dan layak bagi para pekerja di perkebunan sawit," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (19/11/2020).
Joko mengatakan, anggota GAPKI berkomitmen untuk menerapkan prinsip keberlanjutan sesuai standar dan kriteria ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil). "Sehingga Gapki sedang dan terus mendorong untuk mencapai kepatuhan ISPO (ISPO compliance) bagi seluruh anggotanya," jelasnya. ( Baca juga:Aje Gileee! Menteri Tjahjo Ungkap Ada PNS Cewek Punya Suami Lebih dari Satu )
Melalui kolaborasi multipihak bersama lembaga pemerintah maupun organisasi internasional di bidang ketenagakerjaan, Gapki melakukan upaya berkelanjutan untuk mempromosikan praktik kerja yang layak (decent work). Ada enam agenda yang menjadi perhatian Gapki dan mitra kerjanya, yaitu status pekerja, dialog sosial, perlindungan anak dan pekerja perempuan, pengupahan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), dan mendorong pengawasan oleh pemerintah.
Jika memang ada pelecehan pekerja perempuan maka aparat penegak hukum harus mengusut tuntas perkara ini sesuai dengan hukum yang berlaku. Pasalnya, tindakan itu merusak citra seluruh industri kelapa sawit di mata publik. ( Baca juga:Investigasi AP Ungkap Pemerkosaan dalam Produksi Minyak Sawit Indonesia )
"Kami memastikan bahwa perusahaan sawit yang menjadi anggota Gapki telah menyediakan lingkungan kerja yang kondusif dan layak bagi para pekerja di perkebunan sawit," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (19/11/2020).
Joko mengatakan, anggota GAPKI berkomitmen untuk menerapkan prinsip keberlanjutan sesuai standar dan kriteria ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil). "Sehingga Gapki sedang dan terus mendorong untuk mencapai kepatuhan ISPO (ISPO compliance) bagi seluruh anggotanya," jelasnya. ( Baca juga:Aje Gileee! Menteri Tjahjo Ungkap Ada PNS Cewek Punya Suami Lebih dari Satu )
Melalui kolaborasi multipihak bersama lembaga pemerintah maupun organisasi internasional di bidang ketenagakerjaan, Gapki melakukan upaya berkelanjutan untuk mempromosikan praktik kerja yang layak (decent work). Ada enam agenda yang menjadi perhatian Gapki dan mitra kerjanya, yaitu status pekerja, dialog sosial, perlindungan anak dan pekerja perempuan, pengupahan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), dan mendorong pengawasan oleh pemerintah.
Lihat Juga :