Kabar Gembira bagi Petani, Permintaan Jagung Rendah Aflatoxin Tinggi
Jum'at, 20 November 2020 - 06:48 WIB
loading...
A
A
A
Pengembangan jagung rendah aflatoxin telah berhasil diterapkan di Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan ini dipelopori PT. DNA Lombok Timur. Direktur PT DNA Lombok Timur, Dean Novel menyatakan rencananya mengembangkan jagung rendah aflatoxin di Kabupaten Gunungkidul.
(Baca juga:Hama Tikus Serang Tanaman Jagung, Petani Tuban Gagal Panen)
“Secara topografi dan sifat lahan hampir sama dengan di Lombok Timur, namun saya tidak akan menerapkan cara yang sama di Lombok Timur, tetapi saya akan menggunakan versi Gunungkidul dikarenakan perbedaan sosial budaya. Kunci utama dalam menghasilkan jagung rendah aflatoxin adalah kedispilinan dari petani,” terang Dean Novel.
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyebutkan kebutuhan jagung rendah aflatoxin ini lebih dari 1 juta ton setiap tahun. “Tentunya kondisi Indonesia yang saat ini sudah mampu memproduksi lebih dari 24 juta ton jagung setiap tahun harusnya dengan mudah mampu memenuhi kebutuhan tersebut,” terangnya.
(Baca juga:Hama Tikus Serang Tanaman Jagung, Petani Tuban Gagal Panen)
“Secara topografi dan sifat lahan hampir sama dengan di Lombok Timur, namun saya tidak akan menerapkan cara yang sama di Lombok Timur, tetapi saya akan menggunakan versi Gunungkidul dikarenakan perbedaan sosial budaya. Kunci utama dalam menghasilkan jagung rendah aflatoxin adalah kedispilinan dari petani,” terang Dean Novel.
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyebutkan kebutuhan jagung rendah aflatoxin ini lebih dari 1 juta ton setiap tahun. “Tentunya kondisi Indonesia yang saat ini sudah mampu memproduksi lebih dari 24 juta ton jagung setiap tahun harusnya dengan mudah mampu memenuhi kebutuhan tersebut,” terangnya.
(dar)
Lihat Juga :