Arus Modal Keluar Akibat Covid-19 Lebih Tinggi Dibanding Saat Krisis Global

Senin, 11 Mei 2020 - 09:35 WIB
loading...
Arus Modal Keluar Akibat...
Menkeu Sri Mulyani menyebutkan pandemi Covid-19 menimbulkan kekhawatiran yang lebih besar padainvestor dibandingkan krisis global lalu. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat pandemi Covid-19 telah menyebabkan tingkat kecemasan pada level paling tinggi terhadap investor di pasar saham. Bahkan indeks kepercayaan konsumen dan bisnis global turut mengalami penurunan tajam, melebihi tingkat penurunan pada saat terjadinya krisis global tahun 2008.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, tidak hanya di negara maju, negara berkembang juga mengalami arus modal keluar yang sangat besar dan masif. Pasalnya, seluruh investor mencari aset yang dianggap aman dalam bentuk dolar cash.

"Dalam periode Januari-Maret saja arus modal yang keluar dari pasar keuangan Indonesia mencapai Rp145,28 triliun. Arus modal tersebut jauh lebih besar dibandingkan periode krisis keuangan tahun 2008 dan juga tentu dari taper tantrum tahun 2013," ujar Sri Mulyani dalam video conference KSSK, Senin (11/5/2020).

(Baca Juga: KSSK: Modal Asing Keluar Akibat Covid-19 Dua Kali Lipat Krisis 2008)

Mantan direktur pelaksana bank dunia ini menambahkan, dua episode krisis sebelumnya dicirikan dengan capital outflow yang keluar dari emerging market. Hal itu juga terjadi di pasar keuangan Indonesia yang juga mencatat suatu gejolak yang sama dan lebih besar di tengah pandemi Covid-19.

"Kalau di pasar krisis keuangan global 2008, capital outflow adalah Rp69,9 triliun, dan waktu taper tantrum 2013 capital outflow Rp36 triliun maka periode Januari-Maret lalu capital outflow Rp145,28 triliun adalah lebih dari 2 kali lipat yang terjadi guncangan krisis global," katanya.

Selain itu, Sri Mulyani juga menyebut pandemi global ini telah mengakibatkan aktivitas ekonomi terganggu pada dua sisi sekaligus dengan sangat berat yaitu sisi permintaan menyangkut konsumsi, investasi, ekspor dan impor karena menyangkut distribusi serta supply chain. Sedangkan sisi suplai juga mengalami hal yang sama yaitu dari sisi produksi baik sektor perdagangan, manufaktur, logistik, transportasi dan lainnya

"Dengan gangguan yang sangat serius dari sisi demand dan supply maka ini akan menyebabkan suatu potensi gangguan kepada ekonomi dan kemudian bisa menyebabkan potensi gangguan pada stabilitas sistem keuangan, dari sisi penularan Covid dan dampaknya kepada sosial dan ekonomi menyebabkan merosotnya output dari semua negara di dunia," pungkasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BUMN Ekspor Berpotensi...
BUMN Ekspor Berpotensi Memicu Larinya Modal Asing, Berikut Alasannya
Modal Asing Deras Keluar,...
Modal Asing Deras Keluar, BI Diramal Tahan Suku Bunga Acuan 4,75%
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Ambles ke Rp16.629 per Dolar AS, Intip Biang Keroknya
Wabah HMPV Merebak di...
Wabah HMPV Merebak di China: Akankah Jadi Pandemi Berikutnya setelah Covid-19?
Berkat Gas dan Rem Jokowi,...
Berkat 'Gas dan Rem' Jokowi, Indonesia Selamat dari Badai Krisis Ekonomi
Restrukturisasi Kredit...
Restrukturisasi Kredit Covid BNI Turun Jadi Rp25,8 T per Maret 2024
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
PTPN III Gandeng KPK...
PTPN III Gandeng KPK Bangun Integritas dan Cegah Korupsi
Tuduhan ke AHY terkait...
Tuduhan ke AHY terkait SPPG Dinilai Tak Proporsional, Pengamat: Publik Harus Rasional
Bacok Pelajar di Jakbar,...
Bacok Pelajar di Jakbar, 2 Pelaku Ditangkap Polsek Palmerah
Berita Terkini
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Dorong Literasi Finansial...
Dorong Literasi Finansial dan AI, IPOT Jawab Tantangan Makro Gen Z
Krakatau Posco Tanamkan...
Krakatau Posco Tanamkan Budaya Keselamatan kepada Generasi Muda
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Infografis
Satgas Penanganan Covid-19:...
Satgas Penanganan Covid-19: PPKM Masih Berlaku Sampai Saat Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved