Ngedur 8 Bulan Surplus, Neraca Dagang Oktober Cetak Rekor
Jum'at, 20 November 2020 - 18:26 WIB
loading...
A
A
A
Impor dari sejumlah negara juga menunjukkan penurunan yang siginifikan, seperti Kanada turun 44,1 persen mtm, Argentina turun 40,5 persen mtm, Arab Saudi turun 36,5 persen mtm, Brasil turun 34,3 persen mtm, Italia turun 21,3 persen mtm, dan Tiongkok turun 20,1 persen mtm. Sementara itu, beberapa impor dari beberapa negara justru menunjukkan peningkatan, yaitu Prancis naik 35,3 persen mtm, Hongkong naik 22,3 persen mtm, dan Malaysia naik 15,6 persen mtm.
Baca Juga: Neraca Dagang Surplus, Tiga Menteri Ekonomi Jokowi Dipuji
Secara kumulatif, nilai impor Januari-Oktober 2020 mencapai USD 114,46 miliar yang didominasi impor nonmigas sebesar USD 102,78 miliar atau dengan pangsa sebesar 89,79 persen. Impor nonmigas periode Januari-Oktober 2020 turun 16,99 persen yoy, sedangkan volume impornya turun 6,07 persen yoy. Hal ini mengindikasikan bahwa aktivitas perekonomian domestik yang mengandalkan pasokan dari impor tidak
terkontraksi terlalu dalam.
"Perkembangan kinerja ekspor dan impor Indonesia pada Juli-Oktober 2020 yang terus menguat mengindikasikan pemulihan perekonomian Indonesia terus terjadi serta memberikan optimisme akan membaiknya perekonomian Indonesia di Triwulan IV 2020 ini," tutur Mendag.
Baca Juga: Neraca Dagang Surplus, Tiga Menteri Ekonomi Jokowi Dipuji
Secara kumulatif, nilai impor Januari-Oktober 2020 mencapai USD 114,46 miliar yang didominasi impor nonmigas sebesar USD 102,78 miliar atau dengan pangsa sebesar 89,79 persen. Impor nonmigas periode Januari-Oktober 2020 turun 16,99 persen yoy, sedangkan volume impornya turun 6,07 persen yoy. Hal ini mengindikasikan bahwa aktivitas perekonomian domestik yang mengandalkan pasokan dari impor tidak
terkontraksi terlalu dalam.
"Perkembangan kinerja ekspor dan impor Indonesia pada Juli-Oktober 2020 yang terus menguat mengindikasikan pemulihan perekonomian Indonesia terus terjadi serta memberikan optimisme akan membaiknya perekonomian Indonesia di Triwulan IV 2020 ini," tutur Mendag.
(nng)
Lihat Juga :