Go Online Baru Pintu Gerbang, Pengelolaan Aset Digital Harus Dipikirkan
Jum'at, 20 November 2020 - 21:38 WIB
loading...
A
A
A
Di era digital saat ini, media sosial, website, marketplace memiliki fungsi sebagai kanal promosi yang efektif menjangkau pasar yang lebih luas. Terlebih saat pandemi, Kepala Departemen Medik Kesehatan Jiwa RSCM FK Universitas Indonesia (UI), Kristina Siste Kurniasanti melaporkan, ketergantungan internet pada orang dewasa meningkat 5 kali lipat selama pandemi Covid-19.
(Baca Juga: Wow, 160 Juta Orang Indonesia Aktif di Lapak Online, Nilainya Rp445 Triliun )
Keberhasilan bisnis UKM di masa pandemi, sangat bergantung pada aktivitas go online dan bagaimana pemilik bisnis mengelola aset digital atau kanal go online tersebut. Ayunda menilai toko digital sama dengan toko fisik yang memerlukan pengelolaan dan maintainance secara berkala.
“Untuk mengelola toko fisik, pemilik bisnis mungkin harus mengeluarkan biaya kebersihan, keamanan, promosi offline yang tidak sedikit. Pengelolaan toko online rata-rata dimulai dari konsistensi membuat konten, kemudian mengecek aktivitas media sosial dan berinteraksi dengan pelanggan. Itu semua dapat dilakukan tanpa biaya. Namun, masih banyak pemilik bisnis yang belum memprioritaskan ini,” kata Ayunda.
Selain pengelolaan dari sisi konten, tiap kanal go online memiliki aspek-aspek penunjang lain untuk memaksimalkan kehadiran online. Contohnya di marketplace, pengelolaan dari sisi promo yang digunakan, hingga tampilan katalog dan kategorisasi produk perlu diperhatikan. Di website, pengelolaan dari sisi kecepatan loading halaman hingga tampilan utama website menjadi prioritas.
Lakukan Audit, Pecahkan Masalah Utama Laman Digital
(Baca Juga: Wow, 160 Juta Orang Indonesia Aktif di Lapak Online, Nilainya Rp445 Triliun )
Keberhasilan bisnis UKM di masa pandemi, sangat bergantung pada aktivitas go online dan bagaimana pemilik bisnis mengelola aset digital atau kanal go online tersebut. Ayunda menilai toko digital sama dengan toko fisik yang memerlukan pengelolaan dan maintainance secara berkala.
“Untuk mengelola toko fisik, pemilik bisnis mungkin harus mengeluarkan biaya kebersihan, keamanan, promosi offline yang tidak sedikit. Pengelolaan toko online rata-rata dimulai dari konsistensi membuat konten, kemudian mengecek aktivitas media sosial dan berinteraksi dengan pelanggan. Itu semua dapat dilakukan tanpa biaya. Namun, masih banyak pemilik bisnis yang belum memprioritaskan ini,” kata Ayunda.
Selain pengelolaan dari sisi konten, tiap kanal go online memiliki aspek-aspek penunjang lain untuk memaksimalkan kehadiran online. Contohnya di marketplace, pengelolaan dari sisi promo yang digunakan, hingga tampilan katalog dan kategorisasi produk perlu diperhatikan. Di website, pengelolaan dari sisi kecepatan loading halaman hingga tampilan utama website menjadi prioritas.
Lakukan Audit, Pecahkan Masalah Utama Laman Digital
Lihat Juga :