Pasar Domestik Jadi Penguat Ketahanan Pangan

Sabtu, 21 November 2020 - 08:35 WIB
loading...
A A A
"Kalau pun ada yang menyebutnya krisis pangan saya bertanya-tanya dari mana datanya. Yang jelas, ini krisis perdagangan, logistik, dan transportasi. Produksi masih ada, tetapi perdagangan dan logistik ini belum efektif. Kalau krisis terjadi, mungkin krisis pangan impor," kata mantan Wakil Menteri Perdagangan Periode 2011-2014 tersebut.

Ia pun memprediksi, belanja daring dan digitalisasi akan menjadi penunjang peran pasar domestik yang mempengaruhi sektor pertanian. Oleh sebab itu, penguasaan internet menjadi kunci bagi petani, peternak, nelayan, dan pelaku agribisnis untuk bertahan hidup.

Para pelaku agribisnis pun mengakui adanya variasi harga pangan di pasaran dengan margin yang besar antara hulu dan hilir. Namun, semuanya bisa diminimalisir dengan pemanfaatan teknologi. Rantai distribusi panjang menjadi salah satu faktor penyebab selisih harga yang diterima petani dan yang harus dibayar konsumen masih cukup besar. (Baca juga: Respons Kekebalan Terhadap Virus Corona Bertahan Lebih dari 6 Bulan)

"Harga yang dibayar pembeli hanya sekian persen saja yang dinikmati petani dan nelayan. Ketimpangan ini terjadi karena biaya mahal yang dibayar pembeli hilang di tengkulak yang tidak efisien di rantai pasok sktor pangan, padahal dengan teknologi bisa relatif lebih murah dan bahkan gratis," kata William Tanuwijaya, CEO & Co Fonder Tokopedia.

Adopsi teknologi yang masif selama pandemi bisa menjadi momentum dan kesempatan tersendiri bagi petani dan nelayan. Dengan demikian, petani dan nelayan bisa memperoleh pendapatan yang lebih baik dan konsumen bisa memperoleh harga yang lebih terjangkau.

"Pandemi ini menghadirkan kesempatan besar. Dengan adopsi teknologi, jika sisi hulu bisa berkolaborasi untuk pemerataan akses ke hilir maka lingkaran setan (rantai pasok panjang makanan) bisa kita putus," kata William. (Lihat videonya: Siswi SD di Gowa Buta Usai Belajar Daring 4 Jam)

Sektor pangan pun disebutnya bakal menjadi bisnis yang menjanjikan pada masa mendatang karena banyak negara tengah dihadapi oleh risiko krisis pangan seiring bertambahnya populasi. Dengan keadaan geografis yang mendukung aktivitas pertanian dan melimpahnya sumber daya alam, William menilai Indonesia bisa terus memanfaatkan sektor ini sebagai penggerak ekonomi. (Aprilia S Andyna)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
Bulog Serap 3,4 Juta...
Bulog Serap 3,4 Juta Ton Beras Petani, Setara 85% dari Target Nasional
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
DSC Transformasi Jadi...
DSC Transformasi Jadi Ekosistem Wirausaha, Siapkan Hibah Rp2,5 Miliar
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestlé Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
Pimpin Panen Raya di...
Pimpin Panen Raya di Malang, Prabowo: Bukti TNI Hadir Perkuat Kemandirian Pangan
Prabowo Apresiasi Panen...
Prabowo Apresiasi Panen Raya Inisiasi TNI Serentak di 43 Titik Seluruh Indonesia
Rekomendasi
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama The Stolen Fairytale di V+Short, Dibintangi Dinda Mahira hingga Venly Arauna
My Chef In Crime, Serial...
My Chef In Crime, Serial Thriller Kriminal Kuliner Pertama di Indonesia yang Siap Hadir di VISION+
Tingkatkan Literasi...
Tingkatkan Literasi Digital Sejak Dini, Mahasiswa FIKOM UP Edukasi Siswa MTs Al-Islamiyah Bogor
Berita Terkini
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved