Pasar Domestik Jadi Penguat Ketahanan Pangan
Sabtu, 21 November 2020 - 08:35 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau dilihat masa corona ini konsumen tentu perlu pangan, tetapi harganya harus terjangkau. Di sisi lain, naik turunnya harga tergantung kepada supply dan demand, jadi peran petani sangat penting di sini," jelasnya.
Pemerintah pun berencana memberikan insentif kepada petani berupa bantuan tunai sebesar Rp300.000 dan sarana prasarana produksi pertanian (saprotan) sebesar Rp300.000. Untuk saat ini jumlah petani yang mendapatkan bantuan sebesar 2,44 juta orang.
"Petani yang masuk dalam kategori ini terdiri dari petani serabutan, petani penggarap, dan buruh Tani. Nantinya Kementerian Desa, Transmigrasi, dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes) yang berwenang dalam penyaluran bantuan tunai terebut,"? tambahnya. (Baca juga: Jangan Kendor, Olahraga Harus Tetap Dilakukan Pada Masa Pandemi)
Di dalam bantuan tersebut, menurut Franciscus sudah termasuk biaya pupuk, bibit, dan obat-obatan. Tentu saja program ini adalah program yang mudah dilakukan, realistis bisa diambil, dan cepat menghasilkan karena untuk membantu masyarakat.
Dosen Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomoi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor, Bayu Krisnuarti mengatakan, program bantuan yang sudah diberikan pemerintah nantinya bisa membantu mendorong produktivitas para petani dan tentunya hal tersebut bisa membatu meningkatkan pasar domestik Indonesia.
"Yang turun selama pandemi ini adalah permintaan konsumen, seperti makanan di hotel menurun, restoran, katering pun juga menurun. Warung dan toko makanan juga sangat minim," jelas Bayu.
Di sisi lain, beberapa produk agribisnis mengalami peningkatan permintaan selama Covid-19 seperti buah-buahan, sayuran, dan apotik hidup (jamu dan obat-obatan herbal) seiring dengan meningkatnya kesadaran untuk menjalankan gaya hidup bersih dan sehat. Permintaan tersebut berasal dari konsumsi rumahan dan pemesanan secara daring (online). (Baca juga: Jelang Coblosan Pilkada, Pemerintah dan Penyelenggara Diminta Awasi ASN)
Pemerintah pun berencana memberikan insentif kepada petani berupa bantuan tunai sebesar Rp300.000 dan sarana prasarana produksi pertanian (saprotan) sebesar Rp300.000. Untuk saat ini jumlah petani yang mendapatkan bantuan sebesar 2,44 juta orang.
"Petani yang masuk dalam kategori ini terdiri dari petani serabutan, petani penggarap, dan buruh Tani. Nantinya Kementerian Desa, Transmigrasi, dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes) yang berwenang dalam penyaluran bantuan tunai terebut,"? tambahnya. (Baca juga: Jangan Kendor, Olahraga Harus Tetap Dilakukan Pada Masa Pandemi)
Di dalam bantuan tersebut, menurut Franciscus sudah termasuk biaya pupuk, bibit, dan obat-obatan. Tentu saja program ini adalah program yang mudah dilakukan, realistis bisa diambil, dan cepat menghasilkan karena untuk membantu masyarakat.
Dosen Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomoi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor, Bayu Krisnuarti mengatakan, program bantuan yang sudah diberikan pemerintah nantinya bisa membantu mendorong produktivitas para petani dan tentunya hal tersebut bisa membatu meningkatkan pasar domestik Indonesia.
"Yang turun selama pandemi ini adalah permintaan konsumen, seperti makanan di hotel menurun, restoran, katering pun juga menurun. Warung dan toko makanan juga sangat minim," jelas Bayu.
Di sisi lain, beberapa produk agribisnis mengalami peningkatan permintaan selama Covid-19 seperti buah-buahan, sayuran, dan apotik hidup (jamu dan obat-obatan herbal) seiring dengan meningkatnya kesadaran untuk menjalankan gaya hidup bersih dan sehat. Permintaan tersebut berasal dari konsumsi rumahan dan pemesanan secara daring (online). (Baca juga: Jelang Coblosan Pilkada, Pemerintah dan Penyelenggara Diminta Awasi ASN)
Lihat Juga :