Promosi Pariwisata Indonesia Jalan Terus di Tengah Pandemi
Minggu, 22 November 2020 - 11:01 WIB
loading...
A
A
A
Selain promosi melalui digital dan media sosial, pihaknya juga tetap berupaya menjalin kerja sama pariwisata dengan negara lain, baik dengan pemerintahnya (government-to-government/G2G) maupun dengan industri pariwisata (government-to-business/G2B).
"G2G penting karena misalnya mau melakukan travel arrangement antara dua negara kan nggak bisa berjalan kalau tidak ada komitmen dan kesepakatan G2G. Untuk G2B seoerti kerja sama dengan travel operator di negara luar juga terus dilakukan," ujarnya kepada SINDOnews.
Ayu, sapaan akrab Agustini Rahayu, juga mengungkapkan bahwa saat ini operator perjalanan wisata di dalam negeri khususnya yang bergerak di bidang inbound terus berkoordinasi dengan pemerintah perihal potensi dibukanya Indonesia untuk kunjungan wisman. Pasalnya, mereka juga sudah ancang-ancang menjaring wisman.
"Beberapa tur operator perjalanan wisata yang besar bahkan sudah ada bookingan sampai 600 grup mulai Maret 2021. Ada juga yang bookingannya mulai Juli 2021. Kebanyakan untuk wisman dari Eropa dan Asia Pasifik," tuturnya.
Ayu menambahkan, sembari menunggu situasi kondusif, pemerintah juga terus mempersiapkan destinasi pariwisata di Indonesia agar memenuhi protokol CHSE (Clean, Health, Safety, Environmental sustainability). Tujuannya untuk membangkitkan kepercayaan pasar bahwa Indonesia aman dan nyaman untuk dikunjungi.
(Baca juga: Dorong Pariwisata Labuan Bajo, Pemerintah Fasilitasi Sertifikasi CHSE hingga Bangun Internet Super Cepat )
"G2G penting karena misalnya mau melakukan travel arrangement antara dua negara kan nggak bisa berjalan kalau tidak ada komitmen dan kesepakatan G2G. Untuk G2B seoerti kerja sama dengan travel operator di negara luar juga terus dilakukan," ujarnya kepada SINDOnews.
Ayu, sapaan akrab Agustini Rahayu, juga mengungkapkan bahwa saat ini operator perjalanan wisata di dalam negeri khususnya yang bergerak di bidang inbound terus berkoordinasi dengan pemerintah perihal potensi dibukanya Indonesia untuk kunjungan wisman. Pasalnya, mereka juga sudah ancang-ancang menjaring wisman.
"Beberapa tur operator perjalanan wisata yang besar bahkan sudah ada bookingan sampai 600 grup mulai Maret 2021. Ada juga yang bookingannya mulai Juli 2021. Kebanyakan untuk wisman dari Eropa dan Asia Pasifik," tuturnya.
Ayu menambahkan, sembari menunggu situasi kondusif, pemerintah juga terus mempersiapkan destinasi pariwisata di Indonesia agar memenuhi protokol CHSE (Clean, Health, Safety, Environmental sustainability). Tujuannya untuk membangkitkan kepercayaan pasar bahwa Indonesia aman dan nyaman untuk dikunjungi.
(Baca juga: Dorong Pariwisata Labuan Bajo, Pemerintah Fasilitasi Sertifikasi CHSE hingga Bangun Internet Super Cepat )
Lihat Juga :