Cukupkah BLT Rp600 Ribu untuk Biaya Hidup per Bulan?

Senin, 11 Mei 2020 - 12:46 WIB
loading...
Cukupkah BLT Rp600 Ribu...
Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah diharapkan mampu mengurangi beban masyarakat miskin yang terdampak Covid-19. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Guna menjaga daya beli dan mengurangi dampak ekonomi wabah Corona (Covid-19), pemerintah menyiapkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa dengan besaran Rp600 ribu per keluarga per bulan hingga Juni 2020. Penerimanya adalah keluarga miskin yang bukan termasuk penerima Program Keluarga Harapan (PKH), tidak memperoleh Kartu Sembako dan Kartu Prakerja.

Namun, cukupkah dana BLT sebesar Rp600 ribu tersebut untuk menyambung hidup masyarakat di tengah pandemi Covid-19? Mengutip laporan lifepal.co.id , di beberapa provinsi, besaran BLT tersebut bahkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan makan per individu tiap bulan.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, total biaya kebutuhan hidup masyarakat Indonesia per kapita atau per kepala rata-rata Rp1,3 jutaan per bulan. Rinciannya, Rp620 ribuan untuk kebutuhan makanan dan sisanya, Rp729 ribuan untuk kebutuhan non-makanan.

Dari angka ini jelas bahwa BLT sebesar Rp600 ribu per bulan per keluarga yang diberikan oleh pemerintah, belum cukup untuk memenuhi keseluruhan biaya hidup masyarakat yang terdampak. Bahkan, angka yang diberikan belum melebihi kebutuhan biaya makan per-individu setiap bulannya. Apalagi jika anggota keluarga lebih dari 1 orang, tentunya biaya yang dibutuhkan lebih besar lagi.

Terlebih, saat ini sudah menginjak tahun 2020 yang artinya biaya hidup tentunya cenderung meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2018 silam.

Lebih lanjut, laporan tersebut menunjukkan, jika dilihat per provinsi, BLT Rp600 ribu masih belum mampu memenuhi kebutuhan makan per orang di 20 provinsi, di mana Provinsi DKI Jakarta menempati urutan teratas sebesar Rp847 ribuan.

Selanjutnya, di Kepulauan Riau Rp774 ribuan, di Bangka Belitung Rp757 ribuan, di Papua Rp749 ribuan, dan di Kalimantan Timur Rp741 ribuan.

Sementara di beberapa provinsi lainnya, misalnya Jateng dan NTT, BLT Rp600 ribu cukup untuk kebutuhan makan per individu. Bagi warga Jawa Tengah, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Nusa Tenggara Timur, Rp600 ribu sudah mampu memenuhi biaya kebutuhan akan makanan per kepala per bulan.

Biaya untuk kebutuhan makanan per kepala selama satu bulan di Jawa Tengah berdasarkan data itu sekitar Rp490 ribuan, di Gorontalo Rp500 ribuan, di Sulawesi Barat sekitar Rp505 ribuan, Sulawesi Tenggara Rp534 ribuan, dan di Nusa Tenggara Timur Rp540 ribuan, masih di bawah besaran BLT.

Namun, laporan itu pun menegaskan bahwa seperti tujuan awalnya, bantuan tunai dari pemerintah itu memang hanya untuk meringankan beban dan bukan untuk memfasilitasi keseluruhan biaya hidup masyarakat. Masyarakat diharapkan menjalankan langkah-langkah cerdas untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan mendasar selama pandemi Covid-19 ini.

Hal ini bisa dilakukan dengan cara menghemat pengeluaran, tidak membeli barang-barang yang bukan kebutuhan pokok, memanfaatkan tabungan jika ada, dan jika tidak ada, bisa menggadaikan aset-aset yang berharga.

Tentunya kita berharap yang terbaik bagi mereka yang kehilangan sumber penghasilan, semoga dapat menemukan jalan keluar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pencairan BLT Kesra...
Pencairan BLT Kesra Rp900 Ribu Jadi Harapan Warga di Akhir Tahun 2025
BLT Kesra Rp900 Ribu...
BLT Kesra Rp900 Ribu untuk 35 Juta Penerima Tersalurkan 75%, Tuntas Desember
BLT Kesra Cair Rp900...
BLT Kesra Cair Rp900 Ribu, Penerima Manfaat: Lumayan Buat Dapur
BRI Siap Salurkan BLTS...
BRI Siap Salurkan BLTS Kesra, Perkuat Komitmen Dukung Asta Cita
BLT Rp900.000 Cair Mulai...
BLT Rp900.000 Cair Mulai Hari Ini, Bisa Diambil di Bank Himbara dan Pos Indonesia
Ekonom Ragukan Efektivitas...
Ekonom Ragukan Efektivitas BLT Rp30 Triliun Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Bukan Gelora E, Bukan...
Bukan Gelora E, Bukan Seres: E5 Plus Jadi Taruhan Terbesar DFSK Sepanjang Sejarah
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Waktu Salat Fardhu
Bahas Kemajuan Desa...
Bahas Kemajuan Desa Nifasi Papua Tengah, Forum Diskusi Publik Digelar di Jaksel
Berita Terkini
GAPKI: Pengawasan Ekspor...
GAPKI: Pengawasan Ekspor Sawit Sudah Ketat, Kuncinya Penegakan Hukum
Jangan Lewatkan! Spesial...
Jangan Lewatkan! Spesial Akhir Pekan di Alfamidi, Banyak Bonus Menanti
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Investasi Tepat Sasaran,...
Investasi Tepat Sasaran, Pertamina NRE Raup Dividen dari CREC Filipina
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
Infografis
Biaya Penyelenggaraan...
Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2026 per Embarkasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved