G20 Riyadh Summit Berakhir, Ini Deklarasi dari Semua Negara Anggota

Senin, 23 November 2020 - 09:15 WIB
loading...
G20 Riyadh Summit Berakhir,...
Foto/SINDOnews/Michelle Natalia
A A A
RIYADH - Para pemimpin negara anggota G20 mengumandangkan deklarasi mereka di akhir pertemuan G20 Riyadh Summit 2020. Termasuk kesepakatan tentang langkah-langkah yang akan diambil untuk melindungi kehidupan dan membentuk masa depan yang lebih baik.

“Kami, para pemimpin negara-negara G20, bertemu untuk kedua kalinya di bawah kepemimpinan Saudi , bersatu dalam keyakinan bahwa aksi global yang terkoordinasi, solidaritas, dan kerja sama multilateral lebih diperlukan saat ini untuk mengatasi segala tantangan dan mewujudkan peluang di abad ke-21 untuk semua dengan memberdayakan manusia, menjaga planet, dan membentuk batas baru," ujar mereka dalam deklarasi resmi tertulis di Riyadh, Minggu (22/11/2020).

Deklarasi tersebut selanjutnya menyerukan pemulihan dan masa depan yang lebih baik dengan mengadopsi kebijakan untuk memastikan konektivitas dan akses yang setara ke teknologi dan peluang untuk semua, dengan fokus pada wanita, pemuda, dan kelompok yang paling rentan. ( Baca juga:Estafet Posisi Pemimpin G20 Dilempar ke Italia, Arab Saudi Tetap Pegang Kunci )

"Kami mengambil tindakan segera dan luar biasa untuk mengatasi pandemi Covid-19 dan dampak kesehatan, sosial dan ekonomi yang terkait, termasuk melalui penerapan tindakan stabilitas fiskal, moneter dan keuangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kami mengakui peran imunisasi ekstensif sebagai barang publik global," tegas mereka.

Para pemimpin negara-negara G20 turut memuji kepemimpinan Saudi karena memulai diskusi tentang perlunya solusi jangka panjang untuk mengatasi kesenjangan dalam kesiapsiagaan dan tanggapan pandemi global, termasuk proposalnya untuk membangun akses ke keperluan pandemi. Mereka juga berharap untuk melanjutkan diskusi ini selama kepemimpinan Italia nantinya.

Krisis akibat pandemi Covid-19 terus memberikan dampak ekonomi dan sosial yang tidak proporsional pada segmen masyarakat yang paling rentan, sehingga ini memperkuat kebutuhan untuk meningkatkan akses ke peluang bagi semua.

"Kami akan melanjutkan upaya kami untuk mengurangi ketidaksetaraan, menegaskan kembali komitmen kami sebelumnya untuk mendorong pertumbuhan inklusif," tambahnya.

Mereka turut menyatakan dukungannya akan Menu Opsi Kebijakan G20 demi "Meningkatkan Akses ke Peluang untuk Semua" yang dapat digunakan secara optimal untuk mendukung respons langsung terhadap pandemi Covid-19 dan bergerak menuju pemulihan yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif.

Pernyataan tersebut juga menyerukan perlindungan planet bumi dan sumber daya alam bersama untuk memiliki masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

“Mencegah degradasi lingkungan, melestarikan, menggunakan secara berkelanjutan dan memulihkan keanekaragaman hayati, melestarikan lautan kita, mempromosikan udara bersih dan air bersih, menanggapi bencana alam dan peristiwa cuaca ekstrem, dan mengatasi perubahan iklim adalah salah satu tantangan paling mendesak di zaman kita," tegasnya.

Saat dunia pulih dari pandemi, mereka berkomitmen untuk melindungi planet dan membangun masa depan yang lebih ramah lingkungan dan inklusif untuk semua orang. ( Baca juga:Polwan Pesta Sabu di Mesuji Bakal Dipecat dan Terancam Hukuman Pidana Umum )

Lebih dari 170 pertemuan diadakan oleh para menteri keuangan, perdagangan dan investasi G20, kesehatan, pendidikan, energi, iklim, antikorupsi, pertanian, lingkungan, ketenagakerjaan, pariwisata, ekonomi digital, air, dan urusan luar negeri selama Kepemimpinan G20 Saudi.

Selain itu, masyarakat sipil dan kelompok bisnis diwakili oleh delapan kelompok keterlibatan, antara lain Business 20, Youth 20, Labour 20, Think 20, Civil 20, Women 20, Science 20, dan Urban 20. Mereka menutup agenda dengan mengadakan delapan KTT dan mengeluarkan delapan pernyataan akhir yang masing-masing membawa pandangan masyarakat sipil dan sektor swasta ke meja pembuatan kebijakan.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Negara Baru BRICS Ini...
Negara Baru BRICS Ini Tolak Mata Uang Lokal untuk Transaksi Minyak, Pilih Dolar AS
Moratorium PMI ke Arab...
Moratorium PMI ke Arab Saudi Dibuka, Apjati: Peluang Tingkatkan Kapasitas
Ulah Pemimpin Kartel,...
Ulah Pemimpin Kartel, Pasokan Minyak Arab Saudi ke China Drop
Tolak Gabung BRICS,...
Tolak Gabung BRICS, Arab Saudi Investasi ke AS Rp9.800 Triliun
Boikot Pertemuan G20...
Boikot Pertemuan G20 Mencuat di Tengah Perseteruan AS dan Afsel
Arab Saudi Bakal Kerek...
Arab Saudi Bakal Kerek Harga Minyak Mentah ke Asia hingga Level Tertinggi
Benua Afrika Bakal Gelar...
Benua Afrika Bakal Gelar KTT G20 Pertama Kalinya, Ketum Kadin dan Presiden Afsel Diskusi di Davos
Tarik Ulur Kerajaan...
Tarik Ulur Kerajaan Kaya Minyak Gabung BRICS, Arab Saudi Takut AS?
Tahun Baru, Harga Solar...
Tahun Baru, Harga Solar di Arab Saudi Naik 44,3% Menjadi Rp7.100 per Liter
Rekomendasi
Hasil Timnas Indonesia...
Hasil Timnas Indonesia U-17 vs Korea Selatan U-17: Sambaran Kilat Evandra Bawa Garuda Muda Menang 1-0
Identitas Sekeluarga...
Identitas Sekeluarga Tewas Tertimbun Longsor di Cangar Mojokerto
Pangeran Harry Kesepian...
Pangeran Harry Kesepian Tinggal di AS Bersama Meghan Markle
Berita Terkini
Sebut Batas Umur Jadi...
Sebut Batas Umur Jadi Penghambat Pencari Kerja, Wamenaker Minta Dihapus!
6 jam yang lalu
Atur Waktu Balik Jakarta,...
Atur Waktu Balik Jakarta, Diskon 20% Tarif Tol Kalikangkung-Cikampek Sampai 10 April 2025
7 jam yang lalu
PLN IP Berhasil Penuhi...
PLN IP Berhasil Penuhi Kebutuhan Listrik Malam Takbir dan Idulfitri
8 jam yang lalu
Perkuat Branding lewat...
Perkuat Branding lewat Kemasan, Custoom.in Bantu UMKM Naik Kelas
9 jam yang lalu
Industri Tekstil: Harus...
Industri Tekstil: Harus Pintar-pintar Menyikapi Tarif Impor AS
10 jam yang lalu
Wajib Tahu, Ini Cara...
Wajib Tahu, Ini Cara Hitung dan Bayar Pajak Kendaraan di Jakarta
11 jam yang lalu
Infografis
Wilayahnya Berdekatan,...
Wilayahnya Berdekatan, Negara-negara Ini Belum Serang Israel di 2024
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved