BBM Premium Dihapus, DPR Tegaskan Itu Kesepakatan Dunia Soal Renewal Energy
Senin, 23 November 2020 - 11:14 WIB
loading...
A
A
A
Ditanya apakah dirinya sependapat dengan kesepakatan tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu menegaskan bahwa itu sudah menjadi kesepakatan dunia, terlepas setuju atau tidak. "Itu udah kesepakatan dunia, nggak usah kita sepakat kita harus ikut itu," tegasnya.
Adapun keluhan masyarakat karena premium dihapus , mantan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR ini mendorong agar usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) perlu disubsidi, sehingga ekonomi kerakyatan bisa terus berjalan dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
(Baca Juga: Saatnya Bagi Pemerintah Menghapus BBM Premium )
"Sehingga orang merasa berat kan kalau daya belinya kurang, kalau daya belinya kuat, supply and demand, TIS sama TID-nya kuat. Nggak ada yang mahal, nggak ada yang murah. Tergantung kualitas dari pada supply dan Demand dan kualitas daripada kekuatan daya beli secara hukum ekonomi," papar Azis.
Adapun keluhan masyarakat karena premium dihapus , mantan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR ini mendorong agar usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) perlu disubsidi, sehingga ekonomi kerakyatan bisa terus berjalan dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
(Baca Juga: Saatnya Bagi Pemerintah Menghapus BBM Premium )
"Sehingga orang merasa berat kan kalau daya belinya kurang, kalau daya belinya kuat, supply and demand, TIS sama TID-nya kuat. Nggak ada yang mahal, nggak ada yang murah. Tergantung kualitas dari pada supply dan Demand dan kualitas daripada kekuatan daya beli secara hukum ekonomi," papar Azis.
(akr)
Lihat Juga :