Ingkar Janji Bangun Smelter, Menteri ESDM Tegur Freeport
Senin, 23 November 2020 - 15:50 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Mogok Nasional Tolak RUU Ciptaker, Said Iqbal: Masak Upah di Freeport Sama dengan di Pabrik Kerupuk
Secara keseluruhan, Arifin mengungkapkan bahwa progres proyek smelter tembaga baru PTFI itu baru mencapai 5,86%. Berdasarkan informasi yang dipaparkannya, tahap konsolidasi fondasi sudah 60%-70% dan belum memulai tahap piling, yang rencananya akan digelar pada Oktober 2020-Januari 2021. Hingga Agustus 2020, investasi yang sudah terserap untuk proyek berkapasitas 2 juta ton konsentrat tembaga per tahun ini mencapai USD300 juta. Arifin menyatakan, target penyelesaian proyek masih tetap sama yakni beroperasu 2023.
Namun demikian pihaknya membeberkan terkait kendala penyelesaian proyek smelter pada masa pandemi covid-19 ini. Pertama, teartundanya distribusi peralatan maupun kedatangan tenaga ahli dari negara luar. Kedua, penerapan PSBB di Indonesia menghambat mobilisasi tenaga kerja dan logistik. Ketiga, kesepakatan pendanaan yang mengalami penundaan.
Secara keseluruhan, Arifin mengungkapkan bahwa progres proyek smelter tembaga baru PTFI itu baru mencapai 5,86%. Berdasarkan informasi yang dipaparkannya, tahap konsolidasi fondasi sudah 60%-70% dan belum memulai tahap piling, yang rencananya akan digelar pada Oktober 2020-Januari 2021. Hingga Agustus 2020, investasi yang sudah terserap untuk proyek berkapasitas 2 juta ton konsentrat tembaga per tahun ini mencapai USD300 juta. Arifin menyatakan, target penyelesaian proyek masih tetap sama yakni beroperasu 2023.
Namun demikian pihaknya membeberkan terkait kendala penyelesaian proyek smelter pada masa pandemi covid-19 ini. Pertama, teartundanya distribusi peralatan maupun kedatangan tenaga ahli dari negara luar. Kedua, penerapan PSBB di Indonesia menghambat mobilisasi tenaga kerja dan logistik. Ketiga, kesepakatan pendanaan yang mengalami penundaan.
(nng)
Lihat Juga :