Kapasitas Industri Rapid Test Kit Dipacu Capai 100.000 per Bulan
Senin, 11 Mei 2020 - 14:00 WIB
loading...
Pemerintah menyebut kapasitas industri rapid test kit bisa mencapai 100.000 unit per bulan. Foto/Dok SINDOphoto/Ali Masduki
A
A
A
JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan ada perkembangan baik dalam pengembangan alat kesehatan untuk menangani virus corona (Covid-19) di dalam negeri. Perkembangan ini terutama berkaitan dengan test kit baik untuk rapid test maupun PCR test.
“Untuk rapid test, sudah ada yang sedang dalam tahap uji validasi dan registrasi di Kementerian Kesehatan. Sehingga ditargetkan rapid test berbasis peptida sintesis ini bisa diproduksi 50.000-100.000 unit. Kapasitas industri rapid test kit bisa 100.000 unit per bulan,” katanya seusai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (11/5/2020).
Dia mengungkapkan, sebenarnya masih ada tiga jenis rapid test kit lainnya yang sedang dikembangkan namun masih memutuhkan waktu untuk tuntas.
“Selain rapid test yang sudah dalam tahap validasi sebenarnya ada tiga lagi jenis rapid test yang sedang dikembangkan namun butuh waktu satu sampai dua bulan ke depan,” ungkapnya.
Terkait dengan test kit berbasis PCR juga sudah masuk tahap validasi dan registrasi di Kementerian Kesehatan. Ditargetkan pada akhir bulan bisa diproduksi.
“Untuk rapid test, sudah ada yang sedang dalam tahap uji validasi dan registrasi di Kementerian Kesehatan. Sehingga ditargetkan rapid test berbasis peptida sintesis ini bisa diproduksi 50.000-100.000 unit. Kapasitas industri rapid test kit bisa 100.000 unit per bulan,” katanya seusai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (11/5/2020).
Dia mengungkapkan, sebenarnya masih ada tiga jenis rapid test kit lainnya yang sedang dikembangkan namun masih memutuhkan waktu untuk tuntas.
“Selain rapid test yang sudah dalam tahap validasi sebenarnya ada tiga lagi jenis rapid test yang sedang dikembangkan namun butuh waktu satu sampai dua bulan ke depan,” ungkapnya.
Terkait dengan test kit berbasis PCR juga sudah masuk tahap validasi dan registrasi di Kementerian Kesehatan. Ditargetkan pada akhir bulan bisa diproduksi.
Lihat Juga :