Benarkah Kartu Prakerja Bermanfaat? Simak Hasil Survei BPS
Senin, 23 November 2020 - 20:39 WIB
loading...
FOTO/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) dengan mengaitkan program kartu prakerja . Dalam survei tersebut BPS mencatat bahwa para peserta mengaku mendapat manfaat dari program ini.
"Para penerima program kartu prakerja menyatakan bahwa program ini sangat bermanfaat" Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto dalam Webinar "Survei BPS Bicara Tentang Kartu Prakerja", Senin (23/11/2020).
Baca Juga: Sandi Uno Puji Program Kartu Prakerja: Terobosan Nyata
Ia menjelaskan, setidaknya ada dua hal yang mencerminkan program ini bermanfaat. Pertama, penerima manfaat merasa bahwa program ini dapat meningkatkan keterampilan kerja mereka. "Sebesar 88,92 persen dari penerima kartu pra kerja menyatakan bahwa program ini bisa meningkatkan keterampilan mereka" jelasnya.
Baca Juga: Kominfo Dorong Mitigasi Risiko Pelindungan Data Kartu Prakerja
Kedua, uang insentif yang diberikan sangat berguna di saat pendapatan menurun atau hilang akibat pandemi covid-19. Ia merincikan sebagian besar atau 81,24 persen mengakui menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Untuk modal usaha 23,47 persen, 11,23 membayar hutang, 33,31 persen ditabung dan 4,76 persen lainnya" ungkapnya.
"Para penerima program kartu prakerja menyatakan bahwa program ini sangat bermanfaat" Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto dalam Webinar "Survei BPS Bicara Tentang Kartu Prakerja", Senin (23/11/2020).
Baca Juga: Sandi Uno Puji Program Kartu Prakerja: Terobosan Nyata
Ia menjelaskan, setidaknya ada dua hal yang mencerminkan program ini bermanfaat. Pertama, penerima manfaat merasa bahwa program ini dapat meningkatkan keterampilan kerja mereka. "Sebesar 88,92 persen dari penerima kartu pra kerja menyatakan bahwa program ini bisa meningkatkan keterampilan mereka" jelasnya.
Baca Juga: Kominfo Dorong Mitigasi Risiko Pelindungan Data Kartu Prakerja
Kedua, uang insentif yang diberikan sangat berguna di saat pendapatan menurun atau hilang akibat pandemi covid-19. Ia merincikan sebagian besar atau 81,24 persen mengakui menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Untuk modal usaha 23,47 persen, 11,23 membayar hutang, 33,31 persen ditabung dan 4,76 persen lainnya" ungkapnya.
(nng)
Lihat Juga :