Penguatan IHSG Didorong oleh Dana Asing yang Berbondong-bondong Masuk
Selasa, 24 November 2020 - 10:18 WIB
loading...
Foto/YorriFarli/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) terus melanjutkan penguatannya pada awal perdagangan Selasa (24/11). Pagi ini IHSG dibuka pada level 5.677 naik 34,54 poin (0,43%).
Praktisi pasar modal Kefas Evander mengatakan, bullish rally yang terjadi pada IHSG masih dipacu oleh kemenangan Joe Biden dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat. Menurutnya, kemenangan Joe Biden ini sesuai dengan prediksi para investor. Hal itu terlihat dari banyaknya dana asing yang terus-menerus meningkat sejak awal November.
( Baca juga:Dibuka Menguat, IHSG Selangkah Lagi Menuju Level 5.700 )
"Situasi ini sejalan dengan antisipasi investor, jika Joe Biden menang diharapkan dana dari Amerika masuk ke emerging market. Nah emerging market yang menarik salah satunya kan Indonesia. Di sini asing terlihat membeli cukup banyak sehingga mendorong laju dari IHSG," katanya dalam Opening Market IDX Channel, Selasa (24/11/2020).
Ia menilai, dengan kondisi terus menguat seperti ini, IHSG dalam jangka pendek akan mengalami koreksi. Koreksi itu disebabkan oleh aksi profit taking yang dilakukan oleh investor.
Praktisi pasar modal Kefas Evander mengatakan, bullish rally yang terjadi pada IHSG masih dipacu oleh kemenangan Joe Biden dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat. Menurutnya, kemenangan Joe Biden ini sesuai dengan prediksi para investor. Hal itu terlihat dari banyaknya dana asing yang terus-menerus meningkat sejak awal November.
( Baca juga:Dibuka Menguat, IHSG Selangkah Lagi Menuju Level 5.700 )
"Situasi ini sejalan dengan antisipasi investor, jika Joe Biden menang diharapkan dana dari Amerika masuk ke emerging market. Nah emerging market yang menarik salah satunya kan Indonesia. Di sini asing terlihat membeli cukup banyak sehingga mendorong laju dari IHSG," katanya dalam Opening Market IDX Channel, Selasa (24/11/2020).
Ia menilai, dengan kondisi terus menguat seperti ini, IHSG dalam jangka pendek akan mengalami koreksi. Koreksi itu disebabkan oleh aksi profit taking yang dilakukan oleh investor.
Lihat Juga :