Tingkatkan Akses Listrik di Timur RI, ADB Pinjami PLN USD600 Juta
Selasa, 24 November 2020 - 15:00 WIB
loading...
ADB memberikan pinjaman ke PLN untuk meningkatkan akses listrik dan mendorong energi terbarukan di wilayah Indonesia timur. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Asian Development Bank (ADB) telah menyetujui pinjaman senilai USD600 juta atau sekitar Rp8,4 triliun untuk membantu PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN untuk meningkatkan akses listrik dan mendorong energi terbarukan di Indonesia bagian timur. Program ini juga mencakup dua hibah, masing-masing senilai USD3 juta, dari Japan Fund for Poverty Reduction dan Asia Clean Energy Fund.
Tahap kedua dari Akses Energi Berkelanjutan di Indonesia Timur–Program Pembangunan Jaringan Listrik ini mendukung upaya PLN untuk meningkatkan akses listrik dan meningkatkan keandalan layanan di 9 provinsi di Kalimantan, Maluku, dan Papua. Ini adalah kelanjutan dari tahap pertama program yang dimulai tahun 2017 dan saat itu mencakup 8 provinsi di Sulawesi dan Nusa Tenggara.
"Program ini akan meningkatkan akses listrik yang berkelanjutan, adil, dan andal bagi masyarakat di kawasan timur Indonesia, termasuk melalui pemanfaatan cahaya matahari dan sumber terbarukan lainnya," kata Direktur Bidang Energi Asia Tenggara di ADB Toru Kubo di Jakarta, Selasa (23/11/2020).
(Baca Juga: PLN Fokus Wujudkan Keadilan Energi Lewat Pemerataan Infrastruktur Kelistrikan)
Lalu, listrik yang andal sangat penting agar masyarakat dapat mengakses peluang kerja dan layanan pendidikan serta kesehatan, terutama di masa pandemi penyakit virus Corona (Covid-19). "Program ini juga akan mendukung pemulihan ekonomi di Indonesia timur dari pandemi dan berkontribusi bagi pertumbuhan yang adil dan tangguh," katanya.
Perekonomian Indonesia telah naik dua kali lipat sejak tahun 2000, sedangkan tingkat kemiskinan nasional telah turun ke 9,7% pada 2018, dari sebelumnya 19,1% pada 2000. Kemajuan tersebut kini terancam oleh pandemi Covid-19. ADB memperkirakan perekonomian Indonesia akan berkontraksi 1% pada 2020, dibandingkan dengan pertumbuhan 5% pada 2019.
Tahap kedua dari Akses Energi Berkelanjutan di Indonesia Timur–Program Pembangunan Jaringan Listrik ini mendukung upaya PLN untuk meningkatkan akses listrik dan meningkatkan keandalan layanan di 9 provinsi di Kalimantan, Maluku, dan Papua. Ini adalah kelanjutan dari tahap pertama program yang dimulai tahun 2017 dan saat itu mencakup 8 provinsi di Sulawesi dan Nusa Tenggara.
"Program ini akan meningkatkan akses listrik yang berkelanjutan, adil, dan andal bagi masyarakat di kawasan timur Indonesia, termasuk melalui pemanfaatan cahaya matahari dan sumber terbarukan lainnya," kata Direktur Bidang Energi Asia Tenggara di ADB Toru Kubo di Jakarta, Selasa (23/11/2020).
(Baca Juga: PLN Fokus Wujudkan Keadilan Energi Lewat Pemerataan Infrastruktur Kelistrikan)
Lalu, listrik yang andal sangat penting agar masyarakat dapat mengakses peluang kerja dan layanan pendidikan serta kesehatan, terutama di masa pandemi penyakit virus Corona (Covid-19). "Program ini juga akan mendukung pemulihan ekonomi di Indonesia timur dari pandemi dan berkontribusi bagi pertumbuhan yang adil dan tangguh," katanya.
Perekonomian Indonesia telah naik dua kali lipat sejak tahun 2000, sedangkan tingkat kemiskinan nasional telah turun ke 9,7% pada 2018, dari sebelumnya 19,1% pada 2000. Kemajuan tersebut kini terancam oleh pandemi Covid-19. ADB memperkirakan perekonomian Indonesia akan berkontraksi 1% pada 2020, dibandingkan dengan pertumbuhan 5% pada 2019.
Lihat Juga :