Demi Vaksin Covid, Anggaran Kesehatan Ditambah Rp9,7 Triliun

loading...
Demi Vaksin Covid, Anggaran Kesehatan Ditambah Rp9,7 Triliun
Ilustrasi suntik vaksin corona. FOTO/REUTERS
JAKARTA - Pemerintah melalui Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) melakukan realokasi pada anggaran PEN. Salah satunya adalah dengan menambah anggaran kesehatan . Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (Satgas PEN) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, anggaran kesehatan dalam program pemulihan ekonomi nasional akan ditambah sebesar RP9,71 triliun. Sehingga, saat ini anggaran untuk sektor kesehatan dalam pemulihan ekonomi nasional adalah Rp97,26 triliun.

"Kami juga meningkatkan program di sektor kesehatan yang ditingkatkan menjadi Rp 97,26 triliun dari sebelumnya Rp 87,55 triliun," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (25/11/2020).

Baca Juga: Perhatikan Ya! Begini Tahapan Beli Vaksin Covid via Online

Pria yang menjabat sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini juga menyebut tambahan anggaran di sektor kesehatan ini juga sebagai dukungan untuk program vaksinasi covid-19. Saat ini vaksin sedang dilakukan uji coba oleh perusahaan plat farmasi plat merah bekerjasama dengan beberapa negara. "Kenaikan yang cukup besar di sektor kesehatan ini, dikarenakan rencana kita untuk melakukan program vaksinasi," kata Budi.



Baca Juga: Mau Beli Vaksin Covid via Online? Begini Caranya..

Sebagai informasi, saat ini pemerintah berupaya mempercepat penyediaan vaksin di Indonesia. Pemerintah akan mengadakan vaksin yang sudah terdaftar di WHO. Sebelumnya, Budi menjelaskan sudah ada 11 perusahaan yang melakukan uji coba vaksin tahap 3 dan terdaftar di WHO. Dari 11 perusahaan, hanya 3 saja yang belum dihubungi pemerintah. Perusahaan itu adalah Moderna, Sputnik, dan Bharat. Adapun beberapa perusahaan vaksin yang sudah dihubungi oleh pemerintah seperti Jerman, Inggris, hingga China.
(nng)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top