Ternyata Proyek Food Estate Pakai Dana PEN, Saudara!
Rabu, 25 November 2020 - 17:31 WIB
loading...
Presiden Jokowi didampingi Mentan Syahrul Yasin Limpo meninjau kesiapan lahan pertanian yang akan dijadikan pengembangan food estate di Desa Belanti Siam, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020). FOTO/ANTARA
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah melakukan pengalihan atau realokasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Salah satu yang menarik perhatian adalah dimasukkannya proyek pembangunan lumbung pangan atau food estate dalam anggaran PEN.
Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (Satgas PEN) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dimasukkannya proyek food estate ini dikarenakan sektor pertanian menjadi salah satu yang masih tumbuh di tengah pandemi covid-19. Selain itu, penyerapan tenaga kerja dari sektor pertanian juga masih cukup tinggi.
Baca Juga: On the Track, Realisasi Food Estate Kalteng sudah Capai 19.000 Hektare
Seperti diketahui, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal III 2020 tercatat mengalami kontraksi hingga minus 3,49%. Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tersebut didominasi oleh kontribusi lima sektor, yakni pertanian, industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan.
Namun, dari kelima sektor itu, hanya pertanian yang masih tumbuh positif. Sementara, industri pengolahan tercatat minus 4,31%, perdagangan minus 5,03%, konstruksi minus 4,52%, serta pertambangan minus 4,28%. "Salah satu yang masih berputar adalah industri pertanian. Itu sebabnya program food estate masuk ke sana karena kami lihat masih bisa terus berjalan," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (25/11/2020).
Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (Satgas PEN) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dimasukkannya proyek food estate ini dikarenakan sektor pertanian menjadi salah satu yang masih tumbuh di tengah pandemi covid-19. Selain itu, penyerapan tenaga kerja dari sektor pertanian juga masih cukup tinggi.
Baca Juga: On the Track, Realisasi Food Estate Kalteng sudah Capai 19.000 Hektare
Seperti diketahui, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal III 2020 tercatat mengalami kontraksi hingga minus 3,49%. Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tersebut didominasi oleh kontribusi lima sektor, yakni pertanian, industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan.
Namun, dari kelima sektor itu, hanya pertanian yang masih tumbuh positif. Sementara, industri pengolahan tercatat minus 4,31%, perdagangan minus 5,03%, konstruksi minus 4,52%, serta pertambangan minus 4,28%. "Salah satu yang masih berputar adalah industri pertanian. Itu sebabnya program food estate masuk ke sana karena kami lihat masih bisa terus berjalan," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (25/11/2020).
Lihat Juga :