Arcandra Tahar Bongkar Rahasia Sukses Gojek, Facebook, Tesla, Spotify, dan Alibaba
Rabu, 25 November 2020 - 20:55 WIB
loading...
A
A
A
Begitu juga Gojek. Nadiem Makariem pendiri Gojek kerap menyatakan bahwa kelahiran Gojek di tahun 2010 itu berawal dari seringnya ia menggunakan angkutan ini. Namun dia melihat tukang ojek lebih banyak menunggu penumpang, sehingga aset kendaraannya kurang optimal.
Menurut Arcandra tidak hanya UBER dan Gojek. Banyak startup besar lainnya, yang kebanyakan 'mbrojol' di garasi, seperti Facebook, Tesla, Spotify, Tokopedia, Bukalapak, Alibaba dan sebagainya itu muncul karena kemampuan pendirinya untuk mengoptimalkan trapped values menjadi sebuah solusi.
Lima Tahapan
Lalu bagaimana menemukan trapped values dan melahirkan solusinya? Arcandra membaginya dalam lima tahapan. Pertama Empati. Ketika ingin menciptakan sesuatu, harus dipahami bahwa kita melakukannya bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk kebutuhan dan keinginan orang lain.
Ia lalu mencontohkan kehadiran spotify. Sebelum aplikasi musik itu lahir tentu ada proses empati, karena saat itu di hampir semua negara penyanyi-penyanti independen tidak bisa menjual karyanya secara langsung. Supply chain di industri musik dalam kontrol penuh perusahaan rekaman.
"Di sinilah empati itu lahir karena kreatifitas jutaan penyanyi di dunia terhambat oleh sistem yang mengontrol industri musik. Empati itu menjadi dasar bagi terciptanya karya dengan mengoptimalkan trapped values," ujarnya.
Kedua, definisikan masalahnya. Ketika banyak artis independen gagal menjual karyanya karena tidak ada label rekaman yang mendukung, inilah yang sebenarnya jadi titik masalah.
Menurut Arcandra tidak hanya UBER dan Gojek. Banyak startup besar lainnya, yang kebanyakan 'mbrojol' di garasi, seperti Facebook, Tesla, Spotify, Tokopedia, Bukalapak, Alibaba dan sebagainya itu muncul karena kemampuan pendirinya untuk mengoptimalkan trapped values menjadi sebuah solusi.
Lima Tahapan
Lalu bagaimana menemukan trapped values dan melahirkan solusinya? Arcandra membaginya dalam lima tahapan. Pertama Empati. Ketika ingin menciptakan sesuatu, harus dipahami bahwa kita melakukannya bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk kebutuhan dan keinginan orang lain.
Ia lalu mencontohkan kehadiran spotify. Sebelum aplikasi musik itu lahir tentu ada proses empati, karena saat itu di hampir semua negara penyanyi-penyanti independen tidak bisa menjual karyanya secara langsung. Supply chain di industri musik dalam kontrol penuh perusahaan rekaman.
"Di sinilah empati itu lahir karena kreatifitas jutaan penyanyi di dunia terhambat oleh sistem yang mengontrol industri musik. Empati itu menjadi dasar bagi terciptanya karya dengan mengoptimalkan trapped values," ujarnya.
Kedua, definisikan masalahnya. Ketika banyak artis independen gagal menjual karyanya karena tidak ada label rekaman yang mendukung, inilah yang sebenarnya jadi titik masalah.
Lihat Juga :