IEU-CEPA Bakal Buka Jalan Peningkatan Ekspor Buah ke Eropa
Rabu, 25 November 2020 - 21:38 WIB
loading...
Ekspor buah nasional diyakini bisa menembus pasar Eropa jika perundingan IEU-CEPA bisa diselesaikan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga optimistis kerja sama Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) mampu membuka jalan bagi peningkatan ekspor buah ke Eropa.
Dia menyebutkan, Eropa adalah salah satu pasar besar buah tropis seperti nanas, pisang dan manggis. Dengan fasilitas pemotongan tarif yang digagas melalui EU-CEPA diharapkan harga buah tropis asal Indonesia bisa makin merajai pasar Eropa. Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi pengusaha buah ekspor.
(Baca Juga: Asyikk..... Ekspor Pertanian Kian Mudah Berkat Strategi Badan Karantina) "Tadi saya dapat masukan bahwa untuk saat ini buah Indonesia sangat diminati di pasar Eropa. Untuk nenas saja, kita menguasai pangsa pasar lebih dari 25% di Eropa. Kita bahkan bisa menang dari pesaing kita seperti Filipina yang tidak dikenakan tarif impor. Indonesia sendiri justru dikenakan tarif impor sebesar 14,9%. Dengan EU-CEPA kita bisa sama dengan Filipina, tarif impornya nol persen dan pasti kita akan menguasai lebih banyak pasar di Eropa," ungkap Jerry di Jakarta, Rabu (25/11/2020).
Berangkat dari data tersebut, penyelesaian perundingan dengan EU-CEPA perlu diselesaikan dengan segera. Tidak hanya membuka jalan untuk buah dalam negeri, penyelesaian perundingan tersebut juga mampu mendorong produk barang dan jasa asal Indonesia sehingga bisa makin mudah menembus pasar Eropa.
Sebelumnya, EU-CEPA rencananya akan diselesaikan tahun ini, tetapi karena pandemi Covid-19, beberapa ronde perundingan harus tertunda sementara. Menurut Wamendag Jerry Sambuaga, pasar besar buah Indonesia sebenarnya bukan hanya di Uni Eropa tetapi justru yang dekat ada di China, Jepang dan Timur Tengah. China membutuhkan jumlah buah tropis yang sangat besar yang harus ditangkap peluangnya oleh para pengusaha.
Dia menyebutkan, Eropa adalah salah satu pasar besar buah tropis seperti nanas, pisang dan manggis. Dengan fasilitas pemotongan tarif yang digagas melalui EU-CEPA diharapkan harga buah tropis asal Indonesia bisa makin merajai pasar Eropa. Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi pengusaha buah ekspor.
(Baca Juga: Asyikk..... Ekspor Pertanian Kian Mudah Berkat Strategi Badan Karantina) "Tadi saya dapat masukan bahwa untuk saat ini buah Indonesia sangat diminati di pasar Eropa. Untuk nenas saja, kita menguasai pangsa pasar lebih dari 25% di Eropa. Kita bahkan bisa menang dari pesaing kita seperti Filipina yang tidak dikenakan tarif impor. Indonesia sendiri justru dikenakan tarif impor sebesar 14,9%. Dengan EU-CEPA kita bisa sama dengan Filipina, tarif impornya nol persen dan pasti kita akan menguasai lebih banyak pasar di Eropa," ungkap Jerry di Jakarta, Rabu (25/11/2020).
Berangkat dari data tersebut, penyelesaian perundingan dengan EU-CEPA perlu diselesaikan dengan segera. Tidak hanya membuka jalan untuk buah dalam negeri, penyelesaian perundingan tersebut juga mampu mendorong produk barang dan jasa asal Indonesia sehingga bisa makin mudah menembus pasar Eropa.
Sebelumnya, EU-CEPA rencananya akan diselesaikan tahun ini, tetapi karena pandemi Covid-19, beberapa ronde perundingan harus tertunda sementara. Menurut Wamendag Jerry Sambuaga, pasar besar buah Indonesia sebenarnya bukan hanya di Uni Eropa tetapi justru yang dekat ada di China, Jepang dan Timur Tengah. China membutuhkan jumlah buah tropis yang sangat besar yang harus ditangkap peluangnya oleh para pengusaha.
Lihat Juga :