Partisipasi UMKM ke Rantai Pasok Global Jadi PR Indonesia

Kamis, 26 November 2020 - 19:11 WIB
loading...
Partisipasi UMKM ke...
Keterhubungan UMKM nasionak ke rantai pasok global menjadi PR besar yang harus diselesaikan pemerintah. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Berdasarkan data ADB Institute tahun 2020, rasio partisipasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia terhadap rantai pasok global (global value chain) masih rendah di angka 4,1%. Terkait dengan itu, Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengakui bahwa menghubungkan UMKM ke rantai pasok global menjadi PR penting pemerintah.

"Salah satunya dengan perluasan pasar dan penyerapan produk UMKM melalui belanja pemerintah, melalui laman UMKM dan belanja pengadaan yang potensinya mencapai Rp321 triliun," ucap Teten dalam acara virtual Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) Bali 2020 di Jakarta, Kamis (26/11/2020).

(Baca Juga: BI Ajak Milenial Jadi Motor Penggerak Ekonomi Melalui UMKM)

Ke depannya, lanjut dia, dengan UU Cipta Kerja (Ciptaker), penyerapan produk UMKM lewat belanja pemerintah sudah dipatok sebesar 40%. "Saya kira ini salah satu pasar cukup besar yang harus kita manfaatkan. Ada komitmen dari Kementerian BUMN bahwa belanja BUMN di bawah Rp14 miliar diperuntukkan untuk produk UMKM," ungkap Teten.

Hingga saat ini, Teten mencatat ada 9 yang bergabung dengan Pasar Digital (PaDi) BUMN dengan nilai Rp35 triliun untuk 27 kategori produk. "Selanjutnya adalah kemitraan dengan usaha besar, yang kami harapkan kemitraan bukan bersifat charity, tapi bagaimana UMKM menjadi bagian dari rantai produksi besar dan nasional," katanya.

Untuk itu, dia membandingkan dengan UMKM di Jepang, Korea Selatan, dan China, dimana mereka tidak lagi masuk di rantai produksi nasional tapi justru rantai pasok dunia. "Kedua poin tersebut menjadi krusial karena rasio kewirausahaan Indonesia rendah di 3,47%. Ini masih di bawah Singapura yang 8,76%, sementara Malaysia dan Thailand sudah mendekati 5%," terang Teten.

Padahal, kata dia, standar rasio kewirausahaan untuk dikategorikan sebagai negara maju minimum mencapai 4%. "Saya berharap melalui ICCF, kita bisa terus memunculkan wirausaha baru dengan bisnis inovatif dan produktif, masuk ke produk berbasis teknologi," tandasnya.

(Baca Juga: Mendag Dorong UMKM Pakai Strategi Hybrid)

Pihaknya juga menaruh perhatian pada startup untuk didorong menjadi future SMEs dengan pendekatan inkubasi. "Kita perlu bekerja sama dengan akademisi kampus agar inkubator bisnis di kampus di daerah-daerah bisa memunculkan startup-startup berbasis teknologi dengan keunggulan komparatif," jelas Teten.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Lewat LinkUMKM BRI,...
Lewat LinkUMKM BRI, Zdrink Kembangkan Minuman Cokelat Instan Berbahan Kakao Khas Lampung
Holding Ultra Mikro...
Holding Ultra Mikro Buktikan Dampak Nyata, Evanti Sukses Usaha Rumahan hingga Jadi Agen BRILink
SRC Perkuat Pemberdayaan...
SRC Perkuat Pemberdayaan UMKM, Dorong Omzet Toko Kelontong
MPStore Sabet Penghargaan...
MPStore Sabet Penghargaan DIA 2026, Pacu Inovasi Digital UMKM
Partai Perindo NTT Gandeng...
Partai Perindo NTT Gandeng GMIT, Dorong SNI agar UMKM Naik Kelas
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
Rekomendasi
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved