Terdampak Pandemi, Industri Pariwisata Minta Stimulus
Jum'at, 27 November 2020 - 13:15 WIB
loading...
A
A
A
Hariyadi juga meminta agar pemerintah menghentikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di DKI Jakarta dan kota lainnya serta menghapus peraturan yang menghambat pergerakan masyarakat. Menurut dia, pelaksanaan PSBB di lapangan tidak dilakukan dengan disiplin baik oleh masyarakat maupun pemerintah.
Dia mencatat bahwa selama PSBB diterapkan, tingkat okupansi hotel anjlok hingga ke kisaran 25–30%. Bahkan pada bulan April–Mei 2020 ada anggota PHRI yang melaporkan bahwa sebanyak 2.000 hotel dan 8.000 restoran tutup.
“Kami mengimbau Gubernur DKI Jakarta karena ada kluster Petamburan. Kalau pemerintah tidak konsisten, lebih baik stop saja PSBB,” tegasnya. (Baca juga: 5 Fakta Menarik Perilaku Traveling di Liburan Akhir Tahun)
Meski meminta PSBB transisi dihentikan, Hariyadi memastikan para pengusaha perhotelan dan restoran akan tetap menerapkan protokol kesehatan. “Kami minta menghentikan PSBB transisi tetapi tetap menerapkan protokol kesehatan sehingga membuat ekonomi bergerak dan pariwisata bergerak,” lanjutnya.
Di sisi lain PHRI tengah berusaha meyakinkan pemerintah untuk segera membuka Bali bagi wisatawan mancanegara (wisman). Hariyadi mengatakan Bali bisa menjadi daerah pertama yang dibuka untuk turis asing karena kasus Covid-19 cukup terkelola dengan baik dan tingkat kedisiplinan masyarakatnya dalam penerapan protokol kesehatan cukup tinggi.
“Kami sedang mengupayakan dan meyakinkan pemerintah agar Bali menerima lagi turis internasional. Tingkat kesembuhan di Bali lumayan tinggi. Asal dikelola dengan baik masih cukup prospektif,” ujarnya. (Baca juga: Sandiaga Uno Berpeluang Besar Gantikan Edhy Prabowo di Kabinet)
Menurut dia, tingkat kedisiplinan masyarakat menjadi modal utama. Di sisi lain Pemerintah Daerah Bali tentu akan bertanggung jawab untuk mengawal penerapan protokol kesehatan dengan baik mengingat pendapatan daerahnya bergantung pada sektor pariwisata.
Dia mencatat bahwa selama PSBB diterapkan, tingkat okupansi hotel anjlok hingga ke kisaran 25–30%. Bahkan pada bulan April–Mei 2020 ada anggota PHRI yang melaporkan bahwa sebanyak 2.000 hotel dan 8.000 restoran tutup.
“Kami mengimbau Gubernur DKI Jakarta karena ada kluster Petamburan. Kalau pemerintah tidak konsisten, lebih baik stop saja PSBB,” tegasnya. (Baca juga: 5 Fakta Menarik Perilaku Traveling di Liburan Akhir Tahun)
Meski meminta PSBB transisi dihentikan, Hariyadi memastikan para pengusaha perhotelan dan restoran akan tetap menerapkan protokol kesehatan. “Kami minta menghentikan PSBB transisi tetapi tetap menerapkan protokol kesehatan sehingga membuat ekonomi bergerak dan pariwisata bergerak,” lanjutnya.
Di sisi lain PHRI tengah berusaha meyakinkan pemerintah untuk segera membuka Bali bagi wisatawan mancanegara (wisman). Hariyadi mengatakan Bali bisa menjadi daerah pertama yang dibuka untuk turis asing karena kasus Covid-19 cukup terkelola dengan baik dan tingkat kedisiplinan masyarakatnya dalam penerapan protokol kesehatan cukup tinggi.
“Kami sedang mengupayakan dan meyakinkan pemerintah agar Bali menerima lagi turis internasional. Tingkat kesembuhan di Bali lumayan tinggi. Asal dikelola dengan baik masih cukup prospektif,” ujarnya. (Baca juga: Sandiaga Uno Berpeluang Besar Gantikan Edhy Prabowo di Kabinet)
Menurut dia, tingkat kedisiplinan masyarakat menjadi modal utama. Di sisi lain Pemerintah Daerah Bali tentu akan bertanggung jawab untuk mengawal penerapan protokol kesehatan dengan baik mengingat pendapatan daerahnya bergantung pada sektor pariwisata.
Lihat Juga :