Tahun Depan, Wisatawan Nusantara Masih Jadi Tumpuan
Sabtu, 28 November 2020 - 10:13 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga: Dana Bantuan PCPEN Telah Terealisasikan Rp423,23 Triliun )
Terkait kepercayaan konsumen, Wamenparekraf menegaskan bahwa pariwisata merupakan bisnis kepercayaan dan bisnis pengalaman. Menurut dia, tantangan di tengah pandemi ini adalah bagaimana konsumen bisa percaya bahwa destinasi, usaha dan pekerja pariwisata bisa menyediakan produk dan servis yang aman.
"Tidak hanya itu, kita perlu memberikan pengalaman yang nyata dan positif terhadap konsumen tersebut. Jadi, kalau aman memang kita harus betul-betul pastikan aman sehingga konsumen tersebut akhirnya bisa memberikan testimoni kepada konsumen lainnya bahwa pariwisata Indonesia aman," papar Angela.
Dengan begitu, lanjut dia, dalam rangka pemulihan pariwisata Indonesia di tahap awal dan untuk mendapatkan kepercayaan konsumen kembali, penerapan protokol kesehatan yang baik merupakan kunci utama.
Dalam hal ini, Kemenparekraf dengan mengacu kepada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 382 tahun 2020, telah mengeluarkan panduan penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE (Clean, Health, Safety, Environmental sustainability) di berbagai bidang usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.
Untuk memastikan implementasi CHSE dilaksanakan oleh para pelaku usaha, kata Angela, Kemenparekraf juga telah meluncurkan sertifikasi CHSE gratis secara nasional yang akan terus dilanjutkan tahun depan.
"Terhadap usaha-usaha yang telah lulus verifikasi, maka usaha tersebut akan menerima sertifikasi dan dapat memasang logo CHSE InDonesia Care di lokasi usaha mereka dengan QR Code khusus sehingga tidak dapat diduplikasi," jelas wanita kelahiran 1987.
Terkait kepercayaan konsumen, Wamenparekraf menegaskan bahwa pariwisata merupakan bisnis kepercayaan dan bisnis pengalaman. Menurut dia, tantangan di tengah pandemi ini adalah bagaimana konsumen bisa percaya bahwa destinasi, usaha dan pekerja pariwisata bisa menyediakan produk dan servis yang aman.
"Tidak hanya itu, kita perlu memberikan pengalaman yang nyata dan positif terhadap konsumen tersebut. Jadi, kalau aman memang kita harus betul-betul pastikan aman sehingga konsumen tersebut akhirnya bisa memberikan testimoni kepada konsumen lainnya bahwa pariwisata Indonesia aman," papar Angela.
Dengan begitu, lanjut dia, dalam rangka pemulihan pariwisata Indonesia di tahap awal dan untuk mendapatkan kepercayaan konsumen kembali, penerapan protokol kesehatan yang baik merupakan kunci utama.
Dalam hal ini, Kemenparekraf dengan mengacu kepada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 382 tahun 2020, telah mengeluarkan panduan penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE (Clean, Health, Safety, Environmental sustainability) di berbagai bidang usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.
Untuk memastikan implementasi CHSE dilaksanakan oleh para pelaku usaha, kata Angela, Kemenparekraf juga telah meluncurkan sertifikasi CHSE gratis secara nasional yang akan terus dilanjutkan tahun depan.
"Terhadap usaha-usaha yang telah lulus verifikasi, maka usaha tersebut akan menerima sertifikasi dan dapat memasang logo CHSE InDonesia Care di lokasi usaha mereka dengan QR Code khusus sehingga tidak dapat diduplikasi," jelas wanita kelahiran 1987.
(ind)
Lihat Juga :