Pengembangan EBT Jadi Stimulus Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19
Senin, 30 November 2020 - 21:23 WIB
loading...
A
A
A
Fabby menuturkan, pengalaman dari sejumlah negara seperti China, Jepang, Korea, Uni Eropa, Amerika Serikat menunjukkan bahwa program stimulus dan insentif bagi infrastruktur energi bersih pasca krisis ekonomi 2008/2009 memberikan dampak maksimal pada ekonomi makro dan penyerapan tenaga kerja.
"China misalnya, memberikan insentif untuk pengembangan kereta berupa mass transportation yang ujungnya selain memangkas perjalanan juga memangkas konsumsi BBM. Kita tahu China salah satu pengimpor BBM terbesar," tuturnya.
Dia menambahkan, ekonomi juga akan tumbuh lebih resilient dan di sisi lain menciptakan tenaga kerja hijau sehingga bisa mengatasi pengangguran.
"Intinya bahwa insentif atau stimulus yang diberikan pada pengembangan EBT dan infrastruktur yang lebih hijau memberikan tingkat pengembalian ekonomi atau investasi yang lebih tinggi dibandingkan stimulus sektor-sektor yang non-renewable," tandasnya.
"China misalnya, memberikan insentif untuk pengembangan kereta berupa mass transportation yang ujungnya selain memangkas perjalanan juga memangkas konsumsi BBM. Kita tahu China salah satu pengimpor BBM terbesar," tuturnya.
Dia menambahkan, ekonomi juga akan tumbuh lebih resilient dan di sisi lain menciptakan tenaga kerja hijau sehingga bisa mengatasi pengangguran.
"Intinya bahwa insentif atau stimulus yang diberikan pada pengembangan EBT dan infrastruktur yang lebih hijau memberikan tingkat pengembalian ekonomi atau investasi yang lebih tinggi dibandingkan stimulus sektor-sektor yang non-renewable," tandasnya.
(ind)
Lihat Juga :