Wishnutama Targetkan 205 Desa Wisata Mandiri di 2024
Kamis, 03 Desember 2020 - 08:44 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut Wishnutama mengatakan, program Pendampingan Desa Wisata yang bekerja sama dengan Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia menjadi sebuah program yang sangat efektif untuk mengangkat desa-desa yang memiliki berbagai potensi sumber daya alam maupun budaya.
Selain sebagai sebuah bentuk pengabdian bagi Perguruan Tinggi sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi, program ini juga memberikan kesempatan kepada Desa Wisata untuk mendapatkan pendampingan sesuai dengan potensi yang dimiliki sehingga dapat berkembang menjadi Desa Wisata yang maju dan mandiri.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya menambahkan, pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Desa dan PDT serta perguruan tinggi dalam mengembangkan desa wisata sebagai destinasi yang punya daya tarik.
(Baca juga: Pengembangan Desa Wisata, Kemenparekraf Apresiasi 20 Perguruan Tinggi )
Selain pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Training of Trainer (ToT) bagi para pengajar atau dosen pendamping, Kemenparekraf juga memberikan pemahaman tentang cara-cara mentransformasi produk-produk unggulan menjadi produk pariwisata, cara mengemas dan mempresentasikannya.
"Program pendampingan ini akan terus kita tingkatkan dan ada evaluasinya. Muaranya adalah desa wisata mandiri, bagaimana masyarakat seputar desa wisata itu bisa mendapat manfaat melalui pengembangan kewirausahaan," paparnya.
Wisnu mengatakan, desa wisata juga diharapkan menjadi pusat pembelajaran. Untuk itu, diperlukan sinergi antar kementerian seperti dengan Kementerian Desa dan PDT, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ataupun dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam pengembangan desa wisata digital.
Selain sebagai sebuah bentuk pengabdian bagi Perguruan Tinggi sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi, program ini juga memberikan kesempatan kepada Desa Wisata untuk mendapatkan pendampingan sesuai dengan potensi yang dimiliki sehingga dapat berkembang menjadi Desa Wisata yang maju dan mandiri.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya menambahkan, pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Desa dan PDT serta perguruan tinggi dalam mengembangkan desa wisata sebagai destinasi yang punya daya tarik.
(Baca juga: Pengembangan Desa Wisata, Kemenparekraf Apresiasi 20 Perguruan Tinggi )
Selain pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Training of Trainer (ToT) bagi para pengajar atau dosen pendamping, Kemenparekraf juga memberikan pemahaman tentang cara-cara mentransformasi produk-produk unggulan menjadi produk pariwisata, cara mengemas dan mempresentasikannya.
"Program pendampingan ini akan terus kita tingkatkan dan ada evaluasinya. Muaranya adalah desa wisata mandiri, bagaimana masyarakat seputar desa wisata itu bisa mendapat manfaat melalui pengembangan kewirausahaan," paparnya.
Wisnu mengatakan, desa wisata juga diharapkan menjadi pusat pembelajaran. Untuk itu, diperlukan sinergi antar kementerian seperti dengan Kementerian Desa dan PDT, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ataupun dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam pengembangan desa wisata digital.
(ind)
Lihat Juga :