Akademisi UI: OJK Signifikan Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat

Kamis, 03 Desember 2020 - 16:34 WIB
loading...
Akademisi UI: OJK Signifikan...
Akademisi UI menilai Keberadaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) cukup signifikan meningkatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan. Foto/Dok SINDOnews
A A A

JAKARTA-Keberadaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selama sembilan tahun terakhir dinilai cukup signifikan meningkatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan Indonesia. Peningkatan ini diyakini memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi.

Beberapa program literasi dan inklusi keuangan OJK yang cukup menyentuh lapisan masyarakat yang sebelumnya belum terakses sistem keuangan, antara lain Layanan Keuangan Bank Tanpa Kantor Laku Pandai dan Yuk Nabung Saham, serta sejumlah kegiatan edukasi jasa keuangan.

Ekonom Policy Center ILUNI UI Fakhrul Fulvian mengatakan kenaikan ini terlihat dari sejumlah indikator di berbagai instrumen investasi. Dia mencontohkan, sejak beberapa tahun terakhir, investor dalam negeri yang membeli saham dan obligasi meningkat.

Menurut dia, Literasi dan inklusi keuangan terbukti juga mendorong peningkatan investor domestik di pasar saham juga menjadikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak lagi bergantung kepada investor asing. Porsi investor lokal di pasar keuangan sekitar 61 persen. “Dulu setiap investor asing keluar, Rupiah selalu melemah dan IHSG juga akan melemah. Namun, saat ini ini tidak lagi,” jelas Fakhrul Fulvian saat berbicara dalam Forum Diskusi Salemba Policy Center ILUNI UI dengan tema “9 Tahun Peran Otoritas Jasa Keuangan dalam Menjaga Inklusi Jasa Keuangan Indonesia”, Kamis (3/12).
(Baca juga: Dorong Pembangunan Ekonomi, OJK Terus Perluas Akses Keuangan)

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Lstiyanto mengatakan indeks literasi dan inklusi keuangan di Indonesia memang meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Mengutip Survei OJK, dia menyebutkan literasi keuangan Indonesia naik dari 21 persen tahun 2013 menjadi 40 persen tahun 2020. Meski naik, dia mengatakan potensi untuk meningkatkan peran sektor jasa keuangan bagi perekonomian masih sangat besar.

“Ini masih membutuhkan perjuangan panjang lebih dari setengah masyarakat Indonesia belum memahami sektor keuangan dengan benar. Banyaknya masyarakat yang belum terliterasi ini menjadi peluang bagi pelaku investasi bodong,” jelas Eko.

Dari sisi produk, paparnya, literasi keuangan juga masih dipimpin oleh perbankan, yaitu naik dari 28,9 persen tahun 2016 menjadi 36,12 persen tahun 2020, asuransi naik dari 15,8 persen menjadi 19,40 persen, dana pensiun naik dari 10,9 persen menjadi 14,13 persen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC Sekuritas Ajak Investor...
MNC Sekuritas Ajak Investor Pahami Saham Syariah lewat Webinar Gratis Beli Saham Syariah
Bank Bangkrut di Indonesia...
Bank Bangkrut di Indonesia Tambah Lagi, Izin Dicabut OJK Akibat Penyehatan Modal Gagal
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Danamon Gelar DIVE-Chapter...
Danamon Gelar DIVE-Chapter Youth, Kenalkan Perbankan ke Generasi Muda
Mandiri Tunas Finance...
Mandiri Tunas Finance dan APPI Beri Pelatihan Strategi Keuangan bagi UMKM
IPOT Edukasi Transformasi...
IPOT Edukasi Transformasi AI dan Literasi Finansial ke Generasi Muda eSports
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
MSIG Life dan ISCO Foundation...
MSIG Life dan ISCO Foundation Bekali Orang Tua Kelola Keuangan Keluarga
Rekomendasi
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
HYROX Jakarta 2026 Siap...
HYROX Jakarta 2026 Siap Digelar, Peserta Jalani Persiapan Menuju Kompetisi
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup H Piala Dunia 2026: Dongeng Cape Verde Baru Dimulai!
Berita Terkini
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved