Kenaikan Pungutan Ekspor CPO hanya akan Membunuh Petani Sawit
Sabtu, 05 Desember 2020 - 17:40 WIB
loading...
A
A
A
Kenaikan harga CPO ini tentu saja menjadi kabar gembira bagi para pengusaha dan petani sawit. Namun ternyata kenaikan harga CPO ini tidak dinikmati petani sawit, mengingat pemerintah juga merubah kebijakan sehingga PE melonjak.
“(Kebijakan) Ini tentunya membuat petani makin miskin. Di saat harga CPO naik, pungutan (ekspor) dinaikkan. Padahal, pemanfaatannya hanya untuk biodiesel yang dimiliki para taipan sawit,” protes Sekretaris Jenderal Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Mansuetus Darto ketika dihubungi SINDONews, Minggu (5/12/2020).
(Baca juga:Kabar Gembira bagi Pemilik Kebun Sawit, Harga CPO Tinggi hingga Pertengahan Tahun Depan)
Dengan adanya kenaikan PE tersebut, yang dikorbankan adalah petani sawit. Sebab, dasar pembelian tandan buah segar (TBS) petani itu berdasarkan dari harga CPO dikurangi PE.
Darto mengkalkulasi, dengan PE sebesar USD55 per ton saja, harga TBS petani berkurang Rp150 per kilogram (kg). Sementara jika PE sebesar USD180 per ton akan mengurangi harga TBS petani hampir Rp500 per kg.
“(Kebijakan) Ini tentunya membuat petani makin miskin. Di saat harga CPO naik, pungutan (ekspor) dinaikkan. Padahal, pemanfaatannya hanya untuk biodiesel yang dimiliki para taipan sawit,” protes Sekretaris Jenderal Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Mansuetus Darto ketika dihubungi SINDONews, Minggu (5/12/2020).
(Baca juga:Kabar Gembira bagi Pemilik Kebun Sawit, Harga CPO Tinggi hingga Pertengahan Tahun Depan)
Dengan adanya kenaikan PE tersebut, yang dikorbankan adalah petani sawit. Sebab, dasar pembelian tandan buah segar (TBS) petani itu berdasarkan dari harga CPO dikurangi PE.
Darto mengkalkulasi, dengan PE sebesar USD55 per ton saja, harga TBS petani berkurang Rp150 per kilogram (kg). Sementara jika PE sebesar USD180 per ton akan mengurangi harga TBS petani hampir Rp500 per kg.
Lihat Juga :