Teten Sebut 11 Juta Usaha Mikro Sudah Terima Banpres Produktif
Minggu, 06 Desember 2020 - 09:09 WIB
loading...
A
A
A
Teten memastikan pada tahun 2021 banpres produktif usaha mikro akan dilanjutkan. Hal tersebut sesuai instruksi Presiden Jokowi karena sektor UMKM khususnya usaha mikro masih terpukul akibat pandemi Covid-19. "Insha Allah tahun depan akan dilanjutkan. Presiden sudah instruksikan karena UMKM masih berat terutama di mikro," ujar Teten.
(Baca juga: Alibaba Cloud Yakinkan UMKM untuk Gunakan Hybrid Cloud, Ini Alasannya )
Teten menyebut, telah mengusulkan kepada DPR agar anggaran bagi program Banpres produktif ditambah sebesar Rp48 triliun bagi 20 juta pelaku usaha mikro. "Kami usulkan juga dengan DPR, penerima 20 juta usaha mikro dengan total 48 triliun," ucapnya.
Teten mengusulkan agar yang telah mendapatkan banpres produktif usaha mikro sebesar Rp2,4 juta, mendapatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) super mikro dibawah Rp10 juta dengan bunga 0 persen.
Dia menyebut sampai saat ini ada sebanyak 28 juta pelaku usaha mikro yang menginginkan banpres produktif, namun pemerintah hanya sanggup mengucurkan 12 juta. "Kita evaluasi. Ke depan yang mendapatkan harus yang baru. Karena ada 28 juta yang minta. Kita hanya memberikan 12 juta," tuturnya.
(Baca juga: Alibaba Cloud Yakinkan UMKM untuk Gunakan Hybrid Cloud, Ini Alasannya )
Teten menyebut, telah mengusulkan kepada DPR agar anggaran bagi program Banpres produktif ditambah sebesar Rp48 triliun bagi 20 juta pelaku usaha mikro. "Kami usulkan juga dengan DPR, penerima 20 juta usaha mikro dengan total 48 triliun," ucapnya.
Teten mengusulkan agar yang telah mendapatkan banpres produktif usaha mikro sebesar Rp2,4 juta, mendapatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) super mikro dibawah Rp10 juta dengan bunga 0 persen.
Dia menyebut sampai saat ini ada sebanyak 28 juta pelaku usaha mikro yang menginginkan banpres produktif, namun pemerintah hanya sanggup mengucurkan 12 juta. "Kita evaluasi. Ke depan yang mendapatkan harus yang baru. Karena ada 28 juta yang minta. Kita hanya memberikan 12 juta," tuturnya.
(ind)
Lihat Juga :