Bentuk Sub Holding Baterai Kendaraan Listrik, Erick Thohir Gabung 4 BUMN Energi
Senin, 07 Desember 2020 - 20:49 WIB
loading...
Menteri BUMN Erick Thohir. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir , terus merealisasikan pembentukan Holding BUMN. Kali ini, melalui empat perseroan plat merah di sektor pertambangan, dia membentuk Sub Holding BUMN baterai kendaraan listrik (EV).
Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak mengatakan, keempat perseroan yang tergabung dalam Sub Holding baru tersebut adalah MIND ID, PT Antam (Persero) Tbk, PT PLN (Persero), dan PT Pertamina (Persero). Di mana, keempat perseroan akan bergabung dalam satu atap perusahaan yang dinamakan sebagai Indonesia Battery Holding (IBH).
IBH sendiri akan difokuskan pada rantai pasok (value chain) baterai listrik. "Di dalam value chain baterai ini baik dari tambang, sampai ke battery pack, dan juga masuk kepada daur ulangnya itu bisa disepakati. Negosiasi berjalan terus dengan masing-masing pihak," ujar Orias dalam rapat dengan Komisi VIII DPR, Senin (7/12/2020).
Baca Juga: Uni Eropa Targetkan 30 Juta Mobil Listrik di 2030
Ihwal negosiasi, manajemen MIND ID akan menggandeng dua korporasi asing asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Limited (Catl) dan Korea Selatan, LG Chem. Di mana, melalui Pertamina dan Antam, manajemen tengah membangun negosiasi kerja sama dengan dua perusahaan asing tersebut. Orias berharap, pada awal 2021 finalisasi dari kerja sama tersebut mencapai titik kesepakatan.
Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak mengatakan, keempat perseroan yang tergabung dalam Sub Holding baru tersebut adalah MIND ID, PT Antam (Persero) Tbk, PT PLN (Persero), dan PT Pertamina (Persero). Di mana, keempat perseroan akan bergabung dalam satu atap perusahaan yang dinamakan sebagai Indonesia Battery Holding (IBH).
IBH sendiri akan difokuskan pada rantai pasok (value chain) baterai listrik. "Di dalam value chain baterai ini baik dari tambang, sampai ke battery pack, dan juga masuk kepada daur ulangnya itu bisa disepakati. Negosiasi berjalan terus dengan masing-masing pihak," ujar Orias dalam rapat dengan Komisi VIII DPR, Senin (7/12/2020).
Baca Juga: Uni Eropa Targetkan 30 Juta Mobil Listrik di 2030
Ihwal negosiasi, manajemen MIND ID akan menggandeng dua korporasi asing asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Limited (Catl) dan Korea Selatan, LG Chem. Di mana, melalui Pertamina dan Antam, manajemen tengah membangun negosiasi kerja sama dengan dua perusahaan asing tersebut. Orias berharap, pada awal 2021 finalisasi dari kerja sama tersebut mencapai titik kesepakatan.
Lihat Juga :