Freeport Optimis Bisa Raup Pendapatan 870 Juta Dolar AS di 2021

Selasa, 08 Desember 2020 - 10:29 WIB
loading...
A A A
"Jadi pada 2021 yang semulanya 1 miliar dolar AS, tersisa 500 juta miliar dolar AS. Jadi tekanan untuk membayar kembali itu kami geser dengan obligasi yang lebih panjang," katanya.

Dalam hitung-hitungan pihaknya, Orias optimis, bila dengan net income PTFI dan deviden yang akan diperoleh, maka pada 2025 atau 2026 proses buyback surat utang yang diterbitkan senilai dari 4 miliar AS bisa dilakukan. Dengan begitu, manajemen perseroan terbebas dari utang.

(Baca juga: Tenaga Kesehatan Jawa-Bali Sasaran Pertama Vaksinasi )

"Jadi kemampuan membayar pendanaan ke depan itu dari PT Freeport Indonesia itu mencukupi. Dan apabila kita lihat dari cash flow proyeksi pada saat itu, kami memperhitungkan pada 2025 atau 2026 itu buyback dari 4 miliar dolar AS yang kami siapkan itu bisa selesai Pak. Jadi dengan 700 dolar AS sampai 2022, kemudian 1 miliar dolar AS setiap tahunnya, maka pada 2025 atau awal 2026 sebenarnya 4 miliar dolar AS itu bisa tertutup," ujar dia.

Untuk diketahui, dalam penerbitan obligasi pada 2018, ada beberapa yang terlibat sebagai underwriter. Mereka adalah BNP Paribas bank dari Prancis, Citigroup dari AS, MUFH dari Jepang yang bertindak sebagai Koordinator, dan beberapa bank asing lainya. Sementara mitra underwriter yaitu, CIMB, MyBank dari Malaysia, SMBC Nikko dari Jepang, dan Standard Chartered Bank dari Inggris.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Satu Dekade Membangun...
Satu Dekade Membangun Literasi Keuangan Berbasis Emas di Indonesia
Berantas Mafia Tambang,...
Berantas Mafia Tambang, DPRPT Dorong Izin Tambang Rakyat Diserahkan ke Provinsi
Gandeng BUMN, Platform...
Gandeng BUMN, Platform IDN Gold Hadirkan Koin Emas Fisik Dilengkapi Teknologi Invisible Ink
Rekomendasi
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
Perbandingan 5 Varian...
Perbandingan 5 Varian BYD M6 DM: Mana yang Pas untuk Kebutuhan Anda?
Berita Terkini
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Pegadaian Gelar LEXIS...
Pegadaian Gelar LEXIS 2026, Langkah Strategis Layani Masyarakat di Tengah Transformasi Hukum Nasional
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved