1,8 Juta Vaksin Covid-19 Datang Lagi Akhir Desember 2020
Selasa, 08 Desember 2020 - 10:44 WIB
loading...
Petugas melakukan pendataan vaksin Sinovac setelah tiba di Kantor Pusat Bio Farma Bandung, Jawa Barat. Foto/BPMI Setpres/Muchlis Jr
A
A
A
JAKARTA - PT Bio Farma (Persero) mencatat, sebanyak 1,8 juta dosis vaksin Sinovac akan didatangkan ke Indonesia pada akhir Desember 2020. Kedatangan vaksin ini merupakan tahap dua dari distribusi vaksin yang dilakukan pemerintah Indonesia dengan perusahaan farmasi asal China, Sinovac .
Direktur Utama Bio Farma Honesty Basyir menjelaskan, secara akumulatif hingga akhir Desember 2020 tercatat sebanyak 30 juta dosis vaksin jadi yang ditangani oleh Bio Farma. Jumlah itu terdiri dari 1,2 juta dosis yang didatangkan pada Minggu (6/12/2020) dan 1,8 juta pada akhir bulan ini.
"Sisa 3 juta dosis vaksin jadi itu sebesar 1,8 juta dosis akan datang pada akhir Desember 2020 atau awal Januari 2021. Awal Januari itu paling telat," ujar Honesty dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (8/12/2020).
(Baca juga: 1.168 Personel TNI-Polri Kawal Vaksin Covid-19 Sinovac ke Bio Farma Bandung )
Pada periode yang sama, Indonesia juga menerima 15 juta dosis dalam bentuk bahan baku. Dan pada awal Januari 2021, akan tiba dalam bentuk bahan baku sebanyak 30 juta dosis vaksin.
Direktur Utama Bio Farma Honesty Basyir menjelaskan, secara akumulatif hingga akhir Desember 2020 tercatat sebanyak 30 juta dosis vaksin jadi yang ditangani oleh Bio Farma. Jumlah itu terdiri dari 1,2 juta dosis yang didatangkan pada Minggu (6/12/2020) dan 1,8 juta pada akhir bulan ini.
"Sisa 3 juta dosis vaksin jadi itu sebesar 1,8 juta dosis akan datang pada akhir Desember 2020 atau awal Januari 2021. Awal Januari itu paling telat," ujar Honesty dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (8/12/2020).
(Baca juga: 1.168 Personel TNI-Polri Kawal Vaksin Covid-19 Sinovac ke Bio Farma Bandung )
Pada periode yang sama, Indonesia juga menerima 15 juta dosis dalam bentuk bahan baku. Dan pada awal Januari 2021, akan tiba dalam bentuk bahan baku sebanyak 30 juta dosis vaksin.
Lihat Juga :