Ekonomi Islam Semakin Menggurita di Kawasan ASEAN
Selasa, 08 Desember 2020 - 12:07 WIB
loading...
A
A
A
Usai mencapai rekor tahun 2018/2019, investasi perusahaan terkait ekonomi Islam secara global melambat pada 2019/2020. Tercatat penurunan sebesar 13% menjadi USD188 miliar.
Lebih dari 54% investasi berada dalam kategori produk halal, sementara keuangan dan gaya hidup Islami masing-masing menarik 41,8% dan 4% dari investasi. Angka pertumbuhan didorong oleh penggabungan dan akuisisi yang dipimpin perusahaan, investasi modal ventura dalam masa awal teknologi, serta investasi ekuitas swasta.
Di masa yang tidak pasti ini, ekonomi Islam dengan ekosistemnya yang etis dan transparan tetap menjadi pilar kekuatan dan jaminan untuk masa depan yang lebih baik. ( Baca juga:Hypercar Lykan Hypersport di Fast Furious 7 Dilego Rp350 Juta, Nego dan Pajak Panjang! )
"Saat kami melihat ke depan, nilai dan prinsip yang menjadi dasar ekonomi Islam ditambah ‘sinyal peluang’ yang diidentifikasi dengan cermat dalam laporan, memberikan peta jalan bagi pemerintah dan perusahaan untuk menavigasi tantangan dengan mulus. Terus berjalan di jalur mereka menuju pemulihan, dan tetap berjalan sesuai jalur untuk kemakmuran jangka panjang,” ujar CEO Dubai Islamic Economy Development Centre (DIEDC) Abdulla Mohammed Al Awar.
Lebih dari 54% investasi berada dalam kategori produk halal, sementara keuangan dan gaya hidup Islami masing-masing menarik 41,8% dan 4% dari investasi. Angka pertumbuhan didorong oleh penggabungan dan akuisisi yang dipimpin perusahaan, investasi modal ventura dalam masa awal teknologi, serta investasi ekuitas swasta.
Di masa yang tidak pasti ini, ekonomi Islam dengan ekosistemnya yang etis dan transparan tetap menjadi pilar kekuatan dan jaminan untuk masa depan yang lebih baik. ( Baca juga:Hypercar Lykan Hypersport di Fast Furious 7 Dilego Rp350 Juta, Nego dan Pajak Panjang! )
"Saat kami melihat ke depan, nilai dan prinsip yang menjadi dasar ekonomi Islam ditambah ‘sinyal peluang’ yang diidentifikasi dengan cermat dalam laporan, memberikan peta jalan bagi pemerintah dan perusahaan untuk menavigasi tantangan dengan mulus. Terus berjalan di jalur mereka menuju pemulihan, dan tetap berjalan sesuai jalur untuk kemakmuran jangka panjang,” ujar CEO Dubai Islamic Economy Development Centre (DIEDC) Abdulla Mohammed Al Awar.
(uka)
Lihat Juga :