Ekspansi ke Filipina, Xendit Pacu Digitalisasi Bisnis di Asia Tenggara

Selasa, 08 Desember 2020 - 17:52 WIB
loading...
Ekspansi ke Filipina,...
Peluncuran Xendit Filipina secara virtual melalui platform Zoom, Jumat (4/12/2020). Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Xendit, perusahaan financial technology (fintech) penyedia infrastruktur pembayaran asal Indonesia, melebarkan sayap bisnisnya ke Filipina. Kehadiran Xendit diharapkan mendorong peningkatan transaksi digital bisnis di Negara Lumbung Padi melalui pembangunan infrastruktur digital.

Sejauh ini Filipina telah membuat kemajuan luar biasa dalam hal digitalisasi pembayaran. Melihat permintaan untuk layanan online tanpa batas terus tumbuh di Filipina, Xendit siap memberdayakan semua bisnis Filipina dengan pengalaman paling sederhana untuk kebutuhan transaksi digital sehari-hari.

Langkah ekspansi ini sekaligus mengukuhkan Xendit sebagai payment gateway terbaik di Asia Tenggara yang membantu membentuk generasi unicorn berikutnya dengan memberdayakan para startup untuk tumbuh eksponensial. Peluncuran Xendit Filipina dilakukan pada Jumat (4/12) secara virtual melalui platform Zoom.

(Baca juga: Fintech Ilegal Jerumuskan Warga ke Jurang Kemiskinan )

Managing Director Xendit Filipina, Yang Yang Zhang mengatakan, meskipun terjadi peningkatan permintaan untuk transaksi digital, saat ini masih banyak bisnis di Filipina yang belum sepenuhnya tersentuh digitalisasi.

"Xendit unik karena kami membangun secara mendalam setiap pasar dan budaya lokal, memungkinkan kami untuk bekerja sama dengan bisnis tradisional dan startup untuk berinovasi bersama sepanjang perjalanan transformasi digital mereka. Ini sangat penting sekarang, karena banyak orang Filipina terus bergantung pada transaksi online untuk pembayaran dan pembelian penting," ujarnya melalui siaran pers, Selasa (8/12/2020).

Beroperasi di Indonesia sejak tahun 2015, Xendit menyediakan sistem pembayaran yang aman dan mudah diintegrasikan, didukung oleh dukungan pelanggan 24/7. Dengan beragam produk, sistem Xendit dapat menerima pembayaran dari rekening bank, kartu kredit dan debit, e-wallet, gerai ritel, dan cicilan online.

Melalui ragam produk dan fitur yang ada, Xendit Filipina akan menumbuhkan digitalisasi bisnis dan membantu para startup maupun pebisnis kecil hingga besar di Filipina.

(Baca juga: Duo Kymco Sangat Bongsor Mengaspal di Filipina, Harganya Wah... )

Fitur utama lain dari rangkaian produk Xendit yang disukai penggunanya di Filipina adalah struktur keamanannya yang kuat, didukung oleh sistem internal yang menilai transaksi kartu kredit untuk risiko penipuan.

Dibangun dengan analitik data canggih dan dioptimalkan dengan pembelajaran mesin, sistem deteksi penipuan ini secara pre-emptive memblokir pembayaran yang dianggap berisiko tinggi.

CEO & Founder Xendit Group, Moses Lo menyatakan, rangkaian layanan Xendit dirancang untuk membuat pembayaran menjadi sederhana, aman, dan mudah bagi pelanggan sekaligus memungkinkan bisnis tumbuh secara eksponensial.

"Sebagai platform yang berakar kuat di Asia Tenggara, kami terus mendengarkan untuk lebih mengenali kebutuhan dan keinginan spesifik dari setiap bisnis di pasar," ucapnya.

(Baca juga: 7 Seleb Beken yang Berbisnis Ganja, dari Jay-Z hingga Martha Stewart )

Dia melanjutkan, Xendit berupaya agar pembayaran di Filipina lebih terjangkau dan dapat diakses, bahkan bagi mereka yang tidak memiliki akses tetap ke internet.

"Dengan beroperasi dalam skala besar, seperti yang telah dilakukan dengan sangat baik di Indonesia dan pasar Asia Tenggara lainnya, Xendit mampu memberikan harga paling kompetitif dan solusi inovatif untuk basis pelanggannya," ucapnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rebranding CashUP Menandai...
Rebranding CashUP Menandai Era Baru Ekosistem Teknologi dan Pembayaran
Visa Soroti Peran AI...
Visa Soroti Peran AI dalam Transformasi Industri Pembayaran Digital
CASH Fokus Perkuat Fundamental...
CASH Fokus Perkuat Fundamental di Tengah Perkembangan Pembayaran Digital
Ada Finpay di Balik...
Ada Finpay di Balik Ekspansi QRIS ke China, Mampu Tangani 1.500 Transaksi per Detik
CEO Finnet Mendorong...
CEO Finnet Mendorong CSR Jadi Pilar Memperluas Layanan Pembayaran Digital
Perkuat Literasi lewat...
Perkuat Literasi lewat Pojok Baca di SD Muhammadiyah Worawari dan Edukasi Keuangan Bagi Mahasiswa
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Bermusuhan dengan China,...
Bermusuhan dengan China, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Anggaran Militernya
Rekomendasi
Iran Murka, Mehdi Taremi...
Iran Murka, Mehdi Taremi dan Asisten Pelatih Ditahan AS
Halte Transjakarta Tebet...
Halte Transjakarta Tebet Eco Park Tetap Beroperasi usai Ditabrak Truk
Daftar 10 Tim Lolos...
Daftar 10 Tim Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Purbaya dan Kepala BGN...
Purbaya dan Kepala BGN Dijadwalkan Bertemu Hari Ini, Bedah Anggaran?
Bahlil: Saya Menteri...
Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, Karena Disitu Pasti Ada Rente!
Lebih dari 20.000 ATM...
Lebih dari 20.000 ATM Terhubung, Layanan Tarik Tunai Gratis Dorong Inklusi Keuangan Masyarakat
IHSG Sesi Siang Berbalik...
IHSG Sesi Siang Berbalik Meroket 2,69% Tembus Level 6.041
Tren Industri Olahraga...
Tren Industri Olahraga Jadi Peluang Bisnis Asuransi
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved