Jabat Ketua ASEAN Bidang Ketenagakerjaan, Indonesia Prioritaskan 5 Program
Selasa, 08 Desember 2020 - 20:50 WIB
loading...
A
A
A
Kedua, pentingnya terus memperkuat dialog sosial dan memastikan seluruh pekerja telah terlindungi melalui jaminan sosial tenaga kerja dan jaminan kesehatan, termasuk pekerja migran Indonesia di seluruh negara penempatan. Ketiga, memperluas pasar kerja yang fleksibel, namun mampu menyerap SDM Indonesia.
Keempat, pentingnya terus meminimalkan kesenjangan antara partisipasi kerja perempuan dan laki-laki di Indonesia, dan memastikan tidak ada diskriminasi gender di tempat kerja. Kelima, meningkatkan kreatifitas dan inovasi produktif dari kaum muda di era ekonomi digital dengan menyediakan berbagai fasilitas, sarana, dan kemudahan bagi kaum muda untuk berkreasi yang disesuaikan dengan minat, bakat, dan kepentingan bangsa. ( Baca juga:Milenial LAPAN Berhasil Terbangkan Pesawat Tanpa Awak Generasi Terbaru )
“Saya juga berharap selama periode keketuaan, kita dapat berperan aktif dan produktif merumuskan program dan kegiatan dalam kerangka kerja sama ASEAN, sesuai dengan kepentingan nasional dan cita-cita yang termuat dalam piagam ASEAN,” ujarnya.
Sementara Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri (KLN) Kemnaker, Indah Anggoro Putri, menegaskan bahwa keketuaan Indonesia pada ASEAN Bidang Ketenagakerjaan periode 2020-2022 merupakan momentum tepat untuk membangun kemampuan dan kesiapsiagaan SDM ASEAN sebagai pekerja profesional yang kompetitif, adaptif, dan terlindungi. Sehingga pekerja di ASEAN dapat terus bertahan dan siap menempati jenis-jenis pekerjaan masa depan yang dinamis.
"Sebagai Ketua ASEAN Bidang Ketenagakerjaan, kita harus aktif mendorong pelibatan masyarakat dan mitra pembangunan internasional dalam kegiatan-kegiatan ASEAN, serta peningkatan people-to-people contact di antara masyarakat negara-negara anggota ASEAN. Semuanya itu kita lakukan untuk memastikan kerja sama ASEAN dapat membawa manfaat bagi seluruh masyarakat dan menjadi tujuan dari kerja sama ASEAN," kata Indah.
Keempat, pentingnya terus meminimalkan kesenjangan antara partisipasi kerja perempuan dan laki-laki di Indonesia, dan memastikan tidak ada diskriminasi gender di tempat kerja. Kelima, meningkatkan kreatifitas dan inovasi produktif dari kaum muda di era ekonomi digital dengan menyediakan berbagai fasilitas, sarana, dan kemudahan bagi kaum muda untuk berkreasi yang disesuaikan dengan minat, bakat, dan kepentingan bangsa. ( Baca juga:Milenial LAPAN Berhasil Terbangkan Pesawat Tanpa Awak Generasi Terbaru )
“Saya juga berharap selama periode keketuaan, kita dapat berperan aktif dan produktif merumuskan program dan kegiatan dalam kerangka kerja sama ASEAN, sesuai dengan kepentingan nasional dan cita-cita yang termuat dalam piagam ASEAN,” ujarnya.
Sementara Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri (KLN) Kemnaker, Indah Anggoro Putri, menegaskan bahwa keketuaan Indonesia pada ASEAN Bidang Ketenagakerjaan periode 2020-2022 merupakan momentum tepat untuk membangun kemampuan dan kesiapsiagaan SDM ASEAN sebagai pekerja profesional yang kompetitif, adaptif, dan terlindungi. Sehingga pekerja di ASEAN dapat terus bertahan dan siap menempati jenis-jenis pekerjaan masa depan yang dinamis.
"Sebagai Ketua ASEAN Bidang Ketenagakerjaan, kita harus aktif mendorong pelibatan masyarakat dan mitra pembangunan internasional dalam kegiatan-kegiatan ASEAN, serta peningkatan people-to-people contact di antara masyarakat negara-negara anggota ASEAN. Semuanya itu kita lakukan untuk memastikan kerja sama ASEAN dapat membawa manfaat bagi seluruh masyarakat dan menjadi tujuan dari kerja sama ASEAN," kata Indah.
(uka)
Lihat Juga :