Klikdaily Raih Pendanaan Series A Dipimpin Global Founders Capital
Selasa, 12 Mei 2020 - 21:42 WIB
loading...
Klikdaily, perusahaan startup supply chain mengumumkan bahwa mereka telah mendapatkan pendanaan Series A dengan besaran nilai yang tidak disebutkan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Klikdaily, perusahaan startup supply chain mengumumkan bahwa mereka telah mendapatkan pendanaan Series A dengan besaran nilai yang tidak disebutkan. Investasi ini dipimpin oleh investor terdahulu mereka, Global Founders Capital (GFC), perusahaan modal ventura yang beroperasi di 19 kantor tersebar di seluruh dunia.
Sebelumnya, pada pertengahan 2019, Klikdaily telah mendapat pendanaan Pre-Series A yang berasal dari Global Founders Capital, Pegasus Capital (sebelumnya dikenal sebagai Fenox Venture Capital) , Fundedhere, dan Teja Ventures. Global Founders Capital menjadi salah satu investor yang meneruskan investasinya agar Klikdaily dapat semakin agresif dalam melakukan penetrasi ke industri retail FMCG ( Fast Moving Consumer Goods ) di Indonesia.
Walaupun bisnis retail tradisional sangat kompleks dan mendetail, namun Klikdaily telah berhasil memperkuat fondasi model bisnis dan strategi yang membuat perusahaan ini mampu bersaing dan secara konsisten mempertahankan eksistensinya di Indonesia. Melalui Integrated Supply Chain Management ( ISCM ), Klikdaily menciptakan ekosistem yang memberikan solusi bagi warung-warung tradisional untuk mendapatkan beragam produk dari berbagai merek dengan harga yang kompetitif. Hal ini dibuktikan oleh pertumbuhan perusahaan di tahun 2020 yang meningkat lebih dari 700% bila dibandingkan dengan tahun 2019.
“Di saat krisis yang sedang kita alami sekarang ini, Klikdaily berdedikasi lebih untuk bekerja bersama dengan semua elemen masyarakat serta pemerintahan, untuk menjaga dan memastikan kebutuhan pokok sehari-hari dapat terpenuhi dan terdistribusi dengan baik kepada masyarakat membutuhkan," ujar Founder dan CEO Klikdaily Amos Gunawan di Jakarta.
Dana dari investasi Seri A ini akan dipergunakan oleh Klikdaily untuk fokus pada pengembangan teknologi dan infrastruktur guna mempercepat misi perusahaan, yakni pemberdayaan warung tradisional di seluruh negeri. Saat ini, Klikdaily telah beroperasi di Jabodetabek, Jawa Barat, serta Jawa Tengah yang melayani lebih dari puluhan ribu warung tradisional di 600 area persebaran.
Sebelumnya, pada pertengahan 2019, Klikdaily telah mendapat pendanaan Pre-Series A yang berasal dari Global Founders Capital, Pegasus Capital (sebelumnya dikenal sebagai Fenox Venture Capital) , Fundedhere, dan Teja Ventures. Global Founders Capital menjadi salah satu investor yang meneruskan investasinya agar Klikdaily dapat semakin agresif dalam melakukan penetrasi ke industri retail FMCG ( Fast Moving Consumer Goods ) di Indonesia.
Walaupun bisnis retail tradisional sangat kompleks dan mendetail, namun Klikdaily telah berhasil memperkuat fondasi model bisnis dan strategi yang membuat perusahaan ini mampu bersaing dan secara konsisten mempertahankan eksistensinya di Indonesia. Melalui Integrated Supply Chain Management ( ISCM ), Klikdaily menciptakan ekosistem yang memberikan solusi bagi warung-warung tradisional untuk mendapatkan beragam produk dari berbagai merek dengan harga yang kompetitif. Hal ini dibuktikan oleh pertumbuhan perusahaan di tahun 2020 yang meningkat lebih dari 700% bila dibandingkan dengan tahun 2019.
“Di saat krisis yang sedang kita alami sekarang ini, Klikdaily berdedikasi lebih untuk bekerja bersama dengan semua elemen masyarakat serta pemerintahan, untuk menjaga dan memastikan kebutuhan pokok sehari-hari dapat terpenuhi dan terdistribusi dengan baik kepada masyarakat membutuhkan," ujar Founder dan CEO Klikdaily Amos Gunawan di Jakarta.
Dana dari investasi Seri A ini akan dipergunakan oleh Klikdaily untuk fokus pada pengembangan teknologi dan infrastruktur guna mempercepat misi perusahaan, yakni pemberdayaan warung tradisional di seluruh negeri. Saat ini, Klikdaily telah beroperasi di Jabodetabek, Jawa Barat, serta Jawa Tengah yang melayani lebih dari puluhan ribu warung tradisional di 600 area persebaran.
Lihat Juga :