Demi Ketersediaan Pangan, Mentan Wanti-wanti ASN Kementan Jaga Amanah Rakyat
Kamis, 10 Desember 2020 - 09:36 WIB
loading...
Mentan Syahrul meninjau booth Kapusluh Leli Nuryati (kanan) peserta PKN II didampingi Sekjen Kementan, Momon Rusmono dan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi (kiri). (Foto: Dok. Pusluhtan)
A
A
A
JAKARTA - Menjaga kepercayaan dan amanah rakyat adalah tugas utama Aparatur Sipil Negara (ASN) berbekal etos kerja dan integritas. Utamanya, ASN Kementerian Pertanian (Kementan) harus memegang teguh hal itu mengingat perannya mendukung ketersediaan pangan bagi rakyat.
Dalam keterangan tertulisnya, Mentan mengatakan bahwa menjaga kepercayaan dan amanah rakyat adalah utama. “Caranya, kerja keras dan integritas harus dijaga. Dimulai dari karakter dan etos kerja,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat menghadiri Pameran Inovasi Proyek Perubahan (Proper) sekaligus menutup kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II, Angkatan XVII tahun 2020 di Ciawi - Bogor, Jawa Barat.
(Baca juga:Mentan Ajak Penyuluh Pertanian Paham Agroklimat Antisipasi La Nina)
PKN II mengusung tema 'Membangun Pembangunan Berkelanjutan Mendukung Daya Saing Produk Pertanian', kata Mentan, diharapkan menjadi penopang SDM guna pertumbuhan ekonomi ke depan, khususnya pertanian. “Berfikir cerdas dan tepat. Bertindak responsif dan inovatif menjadi motor penggerak perubahan. Ini yang dibutuhkan negara dari aparat yang memiliki leadership mendukung pembangunan nasional,” katanya.
Kepada ASN peserta PKN II, Mentan mendorong terbangunnya keterpaduan pusat dan daerah, serta dukungan lintas kementerian/lembaga untuk memastikan kebutuhan pokok ketersediaan pangan bagi sekitar 270 juta penduduk Indonesia. “Dengan karakter kepemimpinan terbuka dan mampu mengelola keragaman di organisasi dan masyarakat, akan menjadi modal ASN merangkul seluruh pihak,” katanya.
(Baca juga:Penyuluh Pertanian harus Aktif Input dan Update Data Petani)
Dalam keterangan tertulisnya, Mentan mengatakan bahwa menjaga kepercayaan dan amanah rakyat adalah utama. “Caranya, kerja keras dan integritas harus dijaga. Dimulai dari karakter dan etos kerja,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat menghadiri Pameran Inovasi Proyek Perubahan (Proper) sekaligus menutup kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II, Angkatan XVII tahun 2020 di Ciawi - Bogor, Jawa Barat.
(Baca juga:Mentan Ajak Penyuluh Pertanian Paham Agroklimat Antisipasi La Nina)
PKN II mengusung tema 'Membangun Pembangunan Berkelanjutan Mendukung Daya Saing Produk Pertanian', kata Mentan, diharapkan menjadi penopang SDM guna pertumbuhan ekonomi ke depan, khususnya pertanian. “Berfikir cerdas dan tepat. Bertindak responsif dan inovatif menjadi motor penggerak perubahan. Ini yang dibutuhkan negara dari aparat yang memiliki leadership mendukung pembangunan nasional,” katanya.
Kepada ASN peserta PKN II, Mentan mendorong terbangunnya keterpaduan pusat dan daerah, serta dukungan lintas kementerian/lembaga untuk memastikan kebutuhan pokok ketersediaan pangan bagi sekitar 270 juta penduduk Indonesia. “Dengan karakter kepemimpinan terbuka dan mampu mengelola keragaman di organisasi dan masyarakat, akan menjadi modal ASN merangkul seluruh pihak,” katanya.
(Baca juga:Penyuluh Pertanian harus Aktif Input dan Update Data Petani)
Lihat Juga :