Sri Mulyani Sebut Banyak Korupsi Terjadi di Sektor Pelayanan Publik

Kamis, 10 Desember 2020 - 11:16 WIB
loading...
Sri Mulyani Sebut Banyak...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa Indonesia masih diselimuti tindakan korupsi . Berdasarkan survei yang dilakukan oleh lembaga Transparansi Internasional terungkap, masih banyak terjadi tindakan korupsi di sektor pelayanan publik.( Baca juga:Sri Mulyani: Saling Awasi, Tutup Celah-celah Korupsi! )

"Survei Transparansi Internasional yang mengukurglobal corruption barometer di Indonesia menunjukkan, sekitar 30% para pengguna layanan publik masih harus bayar sogokan. Ini survei terbaru 2019-Maret 2020, " kata Sri Mulyani dalam video virtual, Kamis (10/12/2020).

Padahal, kata dia, pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga sudah meningkatkan tunjangan kinerja. Namun, korupsi masih belum hilang di Indonesia dan masih ada saja yang tergiur untuk korupsi.

"Kita juga tahu persis bahwa selama beberapa tahun terakhir wilayah birokrasi bersih dan melayani, serta bebas korupsi. Namun kalau 30% masyarakat kita mengakui masih harus bayar sogokan untuk pelayanan, itu adalah suatu indikator yang perlu dilihat lagi terhadap strategi untuk perbaiki birokrasi," katanya. ( Baca juga:Kapal China Umbar Tembakan saat Kapal Perang AS Masuk Laut China Selatan )

Dia berharap jajaran Kementerian Keuangan tidak hanya bicara anti-korupsi di lingkungan, tapi juga bertanggung jawab untuk perbaiki policy regulasi. "Dana transfer ke daerah yang sangat besar untuk pemda melayani masyarakat tanpa sogokan, itu harus terus ditingkatkan efektivitasnya," tandasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
Nama Dirjen Bea Cukai...
Nama Dirjen Bea Cukai Disebut dalam Sidang Kasus Dugaan Suap, Ini Kata Purbaya
Pastikan Pelayanan Optimal,...
Pastikan Pelayanan Optimal, Jasa Raharja Gelar Apel Pasukan Siaga Idulfitri
Dukung Bisnis dan Layanan...
Dukung Bisnis dan Layanan Publik, Terralogiq Hadirkan Geocoding Hiperlokal
Transformasi Tata Kelola...
Transformasi Tata Kelola Keuangan Jasa Raharja, Bayu: Efisiensi dan Akurasi
Pamit dari Kemenkeu,...
Pamit dari Kemenkeu, Sri Mulyani Menangis
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
KPK Panggil Bupati Penajam...
KPK Panggil Bupati Penajam Paser Utara terkait Kasus Gratifikasi di Kukar
Rekomendasi
Dokter Tifa Siap Hadapi...
Dokter Tifa Siap Hadapi Putusan Sela: Kalau Ditolak, Kami Maju Terus Ungkap Kebenaran
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
Hari Ini Kortas Tipikor...
Hari Ini Kortas Tipikor Polri Panggil Eks Wakapolri Oegroseno untuk Klarifikasi Lahan Sepolwan
Berita Terkini
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved