Ekonom Ungkap Tujuan di Balik Kenaikan Cukai Rokok

Kamis, 10 Desember 2020 - 14:53 WIB
loading...
Ekonom Ungkap Tujuan...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi menaikkan tarif cukai rokok sebesar 12,5% di tahun 2021. Kebijakan yang akan diberlakukan pada Februari tahun depan itu, salah satu tujuannya untuk mengendalikan konsumsi rokok.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan, penaikan tarif cukai rokok merupakan sesuatu yang wajar dilakukan pemerintah untuk mengendalikan produk-produk yang dianggap berbahaya dan tidak sehat. Sayangnya, melihat catatan sebelumnya, peningkatan cukai tidak pernah menurunkan konsumsi rokok. ( Baca juga:Cukai Dipastikan Naik, Sri Mulyani Ingin Harga Rokok Makin Tidak Terbeli )

"Dalam konteks ini memang masyarakat diharapkan untuk tidak merokok sehingga wajar peningkatan cukai dilakukan pemerintah. Tetapi kalau kita lihat historisnya, peningkatan cukai itu tidak pernah menurunkan konsumsi," ujarnya saat dihubungi, Kamis (10/12/2020).

Piter melanjutkan, masyarakat merasa membutuhkan rokok dan pengendalian konsumsi rokok ternyata tidak efektif dengan menaikkan harga.

"Di Indonesia itu tidak efektif dengan cukai. Oleh karena itu, saya selalu melihat peningkatan cukai di Indonesia bukan untuk mengendalikan tetapi lebih untuk meningkatkan penerimaan pemerintah. Jadi agak bergeser tujuan dari cukai itu," ungkapnya.

Menurut dia, tujuan kenaikan tarif cukai tampaknya menjadi solusi bagi pemerintah di tengah penurunan penerimaan pajak pemerintah akibat pandemi ini. Di sisi lain, kenaikan tarif cukai rokok akan meningkatkan inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat. ( Baca juga:Putra Presiden AS Terpilih Joe Biden Diinvestigasi dalam Kasus Pajak )

"Karena masyarakat masih akan tetap beli, otomatis nantinya beban dari masyarakat akan meningkat. Kalau penerimaannya tetap kemudian konsumsi rokoknya tetap naik berarti alokasi anggaran untuk rokok menjadi meningkat. Jadi mengurangi daya beli masyarakat untuk yang lain. Beban masyarakat meningkat, daya beli masyarakat untuk barang-barang non-rokok akan turun," tandasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dana Pemerintah Rp281...
Dana Pemerintah Rp281 Triliun Dijamin Parkir di Bank BUMN hingga Desember 2026
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Bea Cukai Musnahkan...
Bea Cukai Musnahkan 44 Juta Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai Rp32,9 Miliar
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
Menhan Ungkap Kemenkeu...
Menhan Ungkap Kemenkeu dan Bappenas Pangkas Anggaran Pertahanan Ratusan Triliun
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
DPR: Penambahan Layer...
DPR: Penambahan Layer Baru Cukai Rokok Buka Celah Penyalahgunaan dan Moral Hazard
Rekomendasi
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Nadiem Makarim Menangis...
Nadiem Makarim Menangis hingga Beri Tanda Tangan ke Mitra Go Jek saat Tiba di PN Tipikor
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Berita Terkini
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved