Vaksin Datang, Industri Ritel Pede Menyambut Tahun Baru 2021
Jum'at, 11 Desember 2020 - 05:24 WIB
loading...
A
A
A
(Baca Juga: Aprindo: Orang Cuma Belanja Rp100 Ribu, Habis Itu Cepat-cepat Pulang )
Sementara Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi Lukman juga melihat hal tersebut akan berimbas pada peningkatan konsumsi produk makanan dan minuman di tahun depan. Industri ini sempat mengalami titik terendah di fase Ramadhan dan Lebaran yang seharusnya mencapai puncak, namun mulai merambat naik di kuartal tiga tahun 2020 dari 0,22% pertumbuhan di kuartal dua menjadi 0,66%.
Dalam kondisi normal, industri makanan dan minuman bisa tumbuh 7 sampai 9%, namun di tahun 2021 GAPMMI mencoba realistis. Peningkatan diyakininya akan terus terjadi menuju recovery pada semester satu tahun depan, apalagi jika program pemerintah terkait pemulihan ekonomi terus berjalan hingga 2021.
“Perkiraan kami sekitar 5 hingga 7% pertumbuhannya. Itu karena berbagai prediksi menunjukan ekonomi Indonesia di 2020 sudah bottom, dan 2021 diperkirakan oleh IMF pertumbuhan sekitar 6%. Jadi kami tidak berani perkirakan tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi,” ujar Adhi.
Sementara Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi Lukman juga melihat hal tersebut akan berimbas pada peningkatan konsumsi produk makanan dan minuman di tahun depan. Industri ini sempat mengalami titik terendah di fase Ramadhan dan Lebaran yang seharusnya mencapai puncak, namun mulai merambat naik di kuartal tiga tahun 2020 dari 0,22% pertumbuhan di kuartal dua menjadi 0,66%.
Dalam kondisi normal, industri makanan dan minuman bisa tumbuh 7 sampai 9%, namun di tahun 2021 GAPMMI mencoba realistis. Peningkatan diyakininya akan terus terjadi menuju recovery pada semester satu tahun depan, apalagi jika program pemerintah terkait pemulihan ekonomi terus berjalan hingga 2021.
“Perkiraan kami sekitar 5 hingga 7% pertumbuhannya. Itu karena berbagai prediksi menunjukan ekonomi Indonesia di 2020 sudah bottom, dan 2021 diperkirakan oleh IMF pertumbuhan sekitar 6%. Jadi kami tidak berani perkirakan tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi,” ujar Adhi.
(akr)
Lihat Juga :