ADB Siapkan Rp126 Triliun untuk Pengadaan Vaksin di Negara Berkembang
Jum'at, 11 Desember 2020 - 16:51 WIB
loading...
A
A
A
APVAX memberikan kerangka menyeluruh dan plafon sumber daya guna mendukung akses vaksin bagi kawasan Asia yang sedang berkembang dengan menggunakan dua komponen yang saling melengkapi. Komponen Respons Cepat (Rapid Response Component) dan Komponen Investasi Proyek (Project Investment Component).
Pembiayaan ADB untuk vaksin akan diberikan dalam koordinasi erat dengan mitra pembangunan lainnya, termasuk Bank Dunia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Covid-19 Vaccines Global Access Facility (COVAX), GAVI serta berbagai mitra bilateral dan multilateral lainnya.
APVAX mendorong agar vaksin yang aman dan efektif dapat diakses secara adil. Agar vaksin dianggap layak untuk pembiayaan, vaksin tersebut harus memenuhi salah satu dari tiga kriteria berikut, yaitu pengadaannya dilakukan melalui COVAX, memperoleh prakualifikasi dari WHO, atau memperoleh izin dari otoritas regulator yang ketat.
Kriteria akses tambahan, seperti adanya kajian kebutuhan vaksin, rencana alokasi vaksin oleh negara berkembang yang bersangkutan, dan mekanisme untuk koordinasi secara efektif di antara mitra pembangunan juga membantu memastikan agar dukungan vaksin berdasarkan APVAX dapat dilaksanakan secara adil dan efektif.
ADB juga menyediakan Fasilitas Impor Vaksin (Vaccine Import Facility) senilai USD500 juta guna mendukung upaya negara berkembang anggota ADB dalam memperoleh vaksin yang aman dan efektif, beserta berbagai barang penunjang distribusi dan inokulasi. Fasilitas ini adalah bagian dari Program Pembiayaan Perdagangan dan Pembiayaan Rantai Pasokan (Trade and Supply Chain Finance Program) dari ADB.
(Baca Juga: Luhut Kasih Bocoran Kapan Vaksinasi Dimulai, Pede Ekonomi RI Pulih di 2021)
Pembiayaan ADB untuk vaksin akan diberikan dalam koordinasi erat dengan mitra pembangunan lainnya, termasuk Bank Dunia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Covid-19 Vaccines Global Access Facility (COVAX), GAVI serta berbagai mitra bilateral dan multilateral lainnya.
APVAX mendorong agar vaksin yang aman dan efektif dapat diakses secara adil. Agar vaksin dianggap layak untuk pembiayaan, vaksin tersebut harus memenuhi salah satu dari tiga kriteria berikut, yaitu pengadaannya dilakukan melalui COVAX, memperoleh prakualifikasi dari WHO, atau memperoleh izin dari otoritas regulator yang ketat.
Kriteria akses tambahan, seperti adanya kajian kebutuhan vaksin, rencana alokasi vaksin oleh negara berkembang yang bersangkutan, dan mekanisme untuk koordinasi secara efektif di antara mitra pembangunan juga membantu memastikan agar dukungan vaksin berdasarkan APVAX dapat dilaksanakan secara adil dan efektif.
ADB juga menyediakan Fasilitas Impor Vaksin (Vaccine Import Facility) senilai USD500 juta guna mendukung upaya negara berkembang anggota ADB dalam memperoleh vaksin yang aman dan efektif, beserta berbagai barang penunjang distribusi dan inokulasi. Fasilitas ini adalah bagian dari Program Pembiayaan Perdagangan dan Pembiayaan Rantai Pasokan (Trade and Supply Chain Finance Program) dari ADB.
(Baca Juga: Luhut Kasih Bocoran Kapan Vaksinasi Dimulai, Pede Ekonomi RI Pulih di 2021)
Lihat Juga :