Pertamina Kenalkan Produk Refrigerant Baru Breezon MC-32, Lebih Ramah Lingkungan
Sabtu, 12 Desember 2020 - 01:26 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini, produk refrigerant sintetik didominasi oleh produk impor. Dengan adanya Breezon MC-32, hal ini menunjukkan bahwa Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara mampu untuk memproduksi refrigerant substitusi R32 di dalam negeri. Sehingga, inisiatif ini dapat berpotensi mengurangi ketergantungan impor pada produk refrigerant sintetik.
Breezon MC-32 sebagai next generation refrigerant berbahan dasar propylene yang aman, ramah lingkungan dan hemat energi yang saat ini hanya diproduksi oleh kilang Pertamina Refinery Unit III Plaju. Breezon MC-32 menyasar pangsa pasar premium user atau pengguna sistem teknologi pendingin baru berbasis R32 yang peduli terhadap lingkungan, seperti konsumen residensial yang mayoritas menggunakan AC split. Refrigerant Breezon MC-32 unggulan Pertamina ini juga cocok untuk bahan makan maupun industri kimia.
Kandungan yang ada di dalam Breezon MC-32 yang merupakan refrigerant non-CFC mempunyai dampak lingkungan yang lebih rendah, tidak merusak lapisan ozon, sekaligus lebih hemat energi. Dari hasil penelitian yang dilakukan, produk Breezon MC-32 memiliki indeks global warming potential (GWP) 30% lebih rendah dibanding dari jenis refrigerant lainnya, hal ini juga membuat konsumsi energi dapat dihemat hingga 30%.
Sementara itu melalui sambungan secara virtual, CEO PT Kilang Pertamina Internasional, Ignatius Tallulembang, mengatakan bahwa tahun ini tidak mudah bagi semua, Covid-19 membawa dampak besar bagi dunia tidak terkecuali bagi Pertamina. Tantangan bisnis semakin besar di tengah kondisi kesehatan yang rentan. Namun, pekerja muda Pertamina dengan semangat CIPS: Change, Innovation, Professional, Speed serta semangat pantang menyerah untuk terus menembus berbagai inovasi menjalankan program dalam rangka mencapai visi misi perusahaan.
“Pada kesempatan ini saya menyampaikan apresiasi dan selamat kepada Refinery Unit III Plaju untuk pencapaiannya. Di tahun ini PT Kilang Pertamina Internasional dapat memberikan 24 kado untuk Pertamina tercinta. Saya berharap komunikasi dengan stakeholder internal dan eksternal dapat saling mendukung program strategis, yang tidak lain untuk mencapai efisiensi dan meningkatkan daya saing perusahaan," tutup Ignatius.
Breezon MC-32 sebagai next generation refrigerant berbahan dasar propylene yang aman, ramah lingkungan dan hemat energi yang saat ini hanya diproduksi oleh kilang Pertamina Refinery Unit III Plaju. Breezon MC-32 menyasar pangsa pasar premium user atau pengguna sistem teknologi pendingin baru berbasis R32 yang peduli terhadap lingkungan, seperti konsumen residensial yang mayoritas menggunakan AC split. Refrigerant Breezon MC-32 unggulan Pertamina ini juga cocok untuk bahan makan maupun industri kimia.
Kandungan yang ada di dalam Breezon MC-32 yang merupakan refrigerant non-CFC mempunyai dampak lingkungan yang lebih rendah, tidak merusak lapisan ozon, sekaligus lebih hemat energi. Dari hasil penelitian yang dilakukan, produk Breezon MC-32 memiliki indeks global warming potential (GWP) 30% lebih rendah dibanding dari jenis refrigerant lainnya, hal ini juga membuat konsumsi energi dapat dihemat hingga 30%.
Sementara itu melalui sambungan secara virtual, CEO PT Kilang Pertamina Internasional, Ignatius Tallulembang, mengatakan bahwa tahun ini tidak mudah bagi semua, Covid-19 membawa dampak besar bagi dunia tidak terkecuali bagi Pertamina. Tantangan bisnis semakin besar di tengah kondisi kesehatan yang rentan. Namun, pekerja muda Pertamina dengan semangat CIPS: Change, Innovation, Professional, Speed serta semangat pantang menyerah untuk terus menembus berbagai inovasi menjalankan program dalam rangka mencapai visi misi perusahaan.
“Pada kesempatan ini saya menyampaikan apresiasi dan selamat kepada Refinery Unit III Plaju untuk pencapaiannya. Di tahun ini PT Kilang Pertamina Internasional dapat memberikan 24 kado untuk Pertamina tercinta. Saya berharap komunikasi dengan stakeholder internal dan eksternal dapat saling mendukung program strategis, yang tidak lain untuk mencapai efisiensi dan meningkatkan daya saing perusahaan," tutup Ignatius.
(ars)
Lihat Juga :