Jurus Pamungkas Peritel

loading...
Jurus Pamungkas Peritel
Para peritel memberikan diskon besar-besaran selama sehari. Memanfaatkan platform penjualan digital, para peritel jor-joran menggelar diskon. Foto/Koran SINDO
JAKARTA - Hari belanja online nasional (Harbolnas) sudah menjadi agenda wajib bagi para penggemar belanja. Para peritel memberikan diskon besar-besaran selama sehari. Memanfaatkan platform penjualan digital, para peritel jor-joran menggelar diskon.

Hampir semua peritel melalui platform penjualan digital yang dimiliki, termasuk e-commerce di Indonesia berlomba-lomba memanjakan para pelanggan dengan banjir promosi, seperti diskon, cashback, flash sale, bahkan memberikan promosi cashback hingga 90%. Banjir diskon itu diberikan lantaran para peritel berharap ada peningkatan pemasukan pada bulan terakhir 2020, setelah sembilan bulan mengalami guncangan akibat pandemi Covid-19. (Baca: Taubat Sebagai Jalan Keluar Masalah)

Platform e-commerce Lazada, misalnya, tidak pernah absen memberikan promosi seperti diskon hingga 90% dan juga membebaskan para pelanggannya dengan biaya kirim. Ditambah lagi, Harbolnas kali ini e-commerce tersebut memberikan voucher belanja kepada konsumennya tanpa minimum pembelanjaan.

Blibli pun tidak mau kalah menawarkan promosi menarik, setelah sebelumnya juga menghelat program Blibli Histeria 10.10 pada Oktober lalu dan berhasil meningkatkan transaksi empat kali lipat year to date(YTD). Harbolnas kali ini, Blibli menawarkan flash sale berbagai produknya.



"Melihat pencapaian yang positif pada bulan lalu, kami optimistis puncak Harbolnas kali ini antusiasme pelanggan tetap tinggi," kata Vice President (VP) Public Relations Blibli Yolanda Nainggolan, di Jakarta, kemarin.

E-commerce Shopee juga ikut meramaikan pesta belanja online dengan tawaran diskon hingga 80%, cashback, dan gratis ongkir sehingga membuat pelanggan betah berbelanja. Adapun BukaLapak menawarkan flash deal 12.12 dengan diskon minimal 20% untuk barang-barang elektronik. (Baca juga: Komisi X Dorong Munculnya Penggerak Literasi Desa)

Animo masyarakat Indonesia akan pesta belanja ini tidak main-main. Sebagai gambaran, berdasarkan survei Nielsen Indonesia, pada Harbolnas 2019 transaksi ritel melalui e-commerce berhasil mencatatkan transaksi hingga Rp9,1 triliun. Lonjakan yang sangat fantastis jika dibandingkan dengan transaksi Harbolnas 2016 yang hanya Rp3,3 triliun. Selain peningkatan transaksi, program Harbolnas ikut merangsang pertumbuhan online seller.

Ketua Umum Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) Bima Laga menjelaskan, pada prinsipnya setiap marketplace bebas membuat berbagai promosi, seperti Harbolnas maupun lainnya. Ini merupakan salah satu strategi marketing e-commerce. "Kita pun berharap nantinya pesta 12.12 ini berbagai UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) bisa lebih banyak lagi yang ikut mendaftarkan program tersebut. Karena pada Harbolnas tahun lalu, jumlah total transaksi yang dibukukan mencapai Rp9,1 triliun, dari jumlah tersebut 51%-nya didominasi produk lokal," kata Bima kepada KORAN SINDO.

Tahun ini diharapkan akan terjadi peningkatan transaksi di atas pencapaian tahun lalu. Namun, kondisi pandemi yang membuat daya beli melemah tentunya menjadi pertimbangan karena membuat konsumen menahan hasrat untuk berbelanja. Meski demikian, Bima berharap ketika promosi yang ditawarkan cukup tinggi, konsumen terdorong untuk membeli. "Kami optimistis minimal angkanya bisa sama atau bahkan melebihi dari tahun lalu," tambahnya. (Baca juga: Biaya Kesehatan di Indonesia Diperkirakan Naik Pada 2021)

Pada rangkuman transaksi festival belanja tanggal kembar 9.9, 10.10, 11.11 dan 12.12, terbukti menjadi empat hari tersibuk belanja online sepanjang tahun. Lonjakan jumlah transaksi sebesar 2 kali sampai 5 kali lipat daripada hari biasa. Selain itu, riset menunjukkan bahwa produk fashion, kesehatan, dan kecantikan serta peralatan rumah tangga menjadi produk dengan jumlah order tertinggi sepanjang perhelatan terebut.



Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai, sebenarnya secara umum barang yang paling banyak dibeli oleh masyarakat secara online, yaitu fashion, termasuk saat Harbolnas, produk ini tetap dicari. "Sebenarnya kalau e-commerce secara umum itu 22% belanja untuk barang pakaian jadi, seperti baju, celana, dan sepatu," ujar Bhima.

Jenis barang kedua yang paling banyak diincar masyarakat melalui e-commerce, yaitu produk elektronik, antara lain smartphone dan perlengkapan rumah tangga. Selanjutnya, barang yang banyak dibeli saat Harbolnas , yaitu perlengkapan bayi dan makanan siap saji. Namun, porsi makanan siap saji relatif kecil dibandingkan fashion dan barang elektronik. (Baca juga: Canggih, India Gunakan Robot untuk Merawat Pasien)

"Ketiga itu barang perlengkapan bayi, banyak juga yang mencari di online. Keempat berkaitan dengan makanan jadi, tetapi itu porsinya tidak terlalu besar," sebut Bhima.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top