Jurus Pamungkas Peritel

Sabtu, 12 Desember 2020 - 06:22 WIB
loading...
A A A
Ketua Umum Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) Bima Laga menjelaskan, pada prinsipnya setiap marketplace bebas membuat berbagai promosi, seperti Harbolnas maupun lainnya. Ini merupakan salah satu strategi marketing e-commerce. "Kita pun berharap nantinya pesta 12.12 ini berbagai UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) bisa lebih banyak lagi yang ikut mendaftarkan program tersebut. Karena pada Harbolnas tahun lalu, jumlah total transaksi yang dibukukan mencapai Rp9,1 triliun, dari jumlah tersebut 51%-nya didominasi produk lokal," kata Bima kepada KORAN SINDO.

Tahun ini diharapkan akan terjadi peningkatan transaksi di atas pencapaian tahun lalu. Namun, kondisi pandemi yang membuat daya beli melemah tentunya menjadi pertimbangan karena membuat konsumen menahan hasrat untuk berbelanja. Meski demikian, Bima berharap ketika promosi yang ditawarkan cukup tinggi, konsumen terdorong untuk membeli. "Kami optimistis minimal angkanya bisa sama atau bahkan melebihi dari tahun lalu," tambahnya. (Baca juga: Biaya Kesehatan di Indonesia Diperkirakan Naik Pada 2021)

Pada rangkuman transaksi festival belanja tanggal kembar 9.9, 10.10, 11.11 dan 12.12, terbukti menjadi empat hari tersibuk belanja online sepanjang tahun. Lonjakan jumlah transaksi sebesar 2 kali sampai 5 kali lipat daripada hari biasa. Selain itu, riset menunjukkan bahwa produk fashion, kesehatan, dan kecantikan serta peralatan rumah tangga menjadi produk dengan jumlah order tertinggi sepanjang perhelatan terebut.

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai, sebenarnya secara umum barang yang paling banyak dibeli oleh masyarakat secara online, yaitu fashion, termasuk saat Harbolnas, produk ini tetap dicari. "Sebenarnya kalau e-commerce secara umum itu 22% belanja untuk barang pakaian jadi, seperti baju, celana, dan sepatu," ujar Bhima.

Jenis barang kedua yang paling banyak diincar masyarakat melalui e-commerce, yaitu produk elektronik, antara lain smartphone dan perlengkapan rumah tangga. Selanjutnya, barang yang banyak dibeli saat Harbolnas , yaitu perlengkapan bayi dan makanan siap saji. Namun, porsi makanan siap saji relatif kecil dibandingkan fashion dan barang elektronik. (Baca juga: Canggih, India Gunakan Robot untuk Merawat Pasien)

"Ketiga itu barang perlengkapan bayi, banyak juga yang mencari di online. Keempat berkaitan dengan makanan jadi, tetapi itu porsinya tidak terlalu besar," sebut Bhima.

Hal lain yang juga tidak kalah penting dalam berburu diskon Harbolnas adalah hati-hati dengan penipuan. Ada baiknya melakukan survei dahulu terhadap barang yang ingin dibeli berbelanja barang-barang yang memang dibutuhkan. Di mata Sekretaris Pengurus Harian Yayasan Lembaga Indonesia (YLKI) Agus Suyatno, membeli barang dengan harga diskon sebenarnya pembelian yang cerdas. Namun, tawaran diskon sering kali membuat orang-orang justru lengah dan jarang mengecek benar tidaknya diskon terebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
Beasiswa S1 Alfamidi...
Beasiswa S1 Alfamidi Jadi Strategi Cetak SDM Unggul di Industri Ritel Modern
Transaksi Digital Melonjak...
Transaksi Digital Melonjak Jelang Lebaran, Menguji Kesiapan Sistem TI Perusahaan
Minimarket, Warung,...
Minimarket, Warung, dan Emosi yang Perlu Didisiplinkan
Rekomendasi
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Ini Tiga Jurus Pemerintah...
Ini Tiga Jurus Pemerintah Untuk Perluas Akses Internet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved