Menyulap Sampah Plastik Jadi Produk Ekonomis melalui Digitalisasi
Sabtu, 12 Desember 2020 - 09:25 WIB
loading...
A
A
A
Misalnya, GreenGo yang berbasis di Bali. Mereka menciptakan suatu aplikasi yang membantu pengumpul sampah sehingga memudahkan menjangkau titik atau rumah mana saja yang belum didatangi.
Startup lainnya yakni Mall Sampah di Makassar. Konsepnya mirip dengan Bank Sampah. Hanya, Mall Sampah adalah digital marketplace sehingga menjadi wadah untuk mengumpulkan dan menyalurkan barang-barang plastik yang bisa didaur ulang. Terakhir, yaitu Waste Management Company. Startup ini berbasis di Gowa yang bekerja sama dengan komersial, mall, perumahan, mengambil sampah, daur ulang hingga menjual.
“Mereka dipilih karena punya fokus, kepedulian dan approach yang cukup unik. Kami lakukan inkubasi bisnis sehingga membangun bisnis menjadi lebih profesional dan siap menghadapi tantangan. Jadi, bukannya bersaing, tetapi mereka juga meningkatkan kolaborasi antar-startup,” jelasnya.
Kolaborasi itu pun berbuah hasil dengan melahirkan aplikasi perpaduan mengenai sampah plastik atau mix waste app. Lewat platform digital tersebut, memudahkan dalam pengumpulan data yang lebih lengkap untuk dimasukkan ke marketplace.
Dalam kurun hampir kurang dari 18 bulan, volume sampah yang berhasil dikumpulkan mengalami peningkatan pesat. Totalnya mencapai 460 persen. Tri menilai potensi tersebut sangat besar untuk menekan sampah plastik dan memanfaatkan menjadi sumber ekonomi kreatif .
Startup lainnya yakni Mall Sampah di Makassar. Konsepnya mirip dengan Bank Sampah. Hanya, Mall Sampah adalah digital marketplace sehingga menjadi wadah untuk mengumpulkan dan menyalurkan barang-barang plastik yang bisa didaur ulang. Terakhir, yaitu Waste Management Company. Startup ini berbasis di Gowa yang bekerja sama dengan komersial, mall, perumahan, mengambil sampah, daur ulang hingga menjual.
“Mereka dipilih karena punya fokus, kepedulian dan approach yang cukup unik. Kami lakukan inkubasi bisnis sehingga membangun bisnis menjadi lebih profesional dan siap menghadapi tantangan. Jadi, bukannya bersaing, tetapi mereka juga meningkatkan kolaborasi antar-startup,” jelasnya.
Kolaborasi itu pun berbuah hasil dengan melahirkan aplikasi perpaduan mengenai sampah plastik atau mix waste app. Lewat platform digital tersebut, memudahkan dalam pengumpulan data yang lebih lengkap untuk dimasukkan ke marketplace.
Dalam kurun hampir kurang dari 18 bulan, volume sampah yang berhasil dikumpulkan mengalami peningkatan pesat. Totalnya mencapai 460 persen. Tri menilai potensi tersebut sangat besar untuk menekan sampah plastik dan memanfaatkan menjadi sumber ekonomi kreatif .
(akr)
Lihat Juga :