Sinergi Percepatan Akses Keuangan Daerah untuk Indonesia Maju
Selasa, 15 Desember 2020 - 14:44 WIB
loading...
A
A
A
a. Bank Wakaf Mikro (LKM Syariah)
Strategi yang dilakukan oleh Bank Wakaf Mikro (BWM) dalammemperluasakseskeuangan di masa pandemic dilakukanmelalui digitalisasi pembiayaan, digitalisasi operasional serta digitalisasi pengembangan usaha nasabah. Total pembiayaan BWM yang disalurkantelah mencapai Rp 53 milyar dengan jumlah nasabah sebanyak 37,4 ribu nasabah.
b. Program UMKM-MU
Merupakan platform marketplace yang difasilitasi OJK untuk memfasilitasi UMKM dalam memperluas jaringan pemasarannya secara digital dan dapat mengakses layanan keuangan melalui platform. Sampai saat ini, terdapat 862 pelaku UMKM yang terdaftar dan lebih dari 1.324 produk yang dipasarkan.
c. Aplikasi KUR Bali.com
OJK membuat terobosan untuk mempermudah masyarakat memperoleh akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam bentuk digitalisasi. Terobosan ini telah diluncurkan di Bali dalam bentuk website www.kurbali.com . Melalui website ini, masyarakat dapat mengajukan KUR melalui ponsel, tanpa perlu repot datang ke bank. Di sisi lain, website ini juga memudahkan Pemerintah Provinsi Bali dan pemerintah daerah kabupaten/kota dalam mensosialisasikan serta monitoring penyaluran KUR di daerah.
![Sinergi Percepatan Akses Keuangan Daerah untuk Indonesia Maju]()
Peningkatan Inklusi Keuangan
OJK menjalankan sejumlah program peningkatan inklusi keuangan secara kolaboratif dengan berbagai pemangku kepentingan seperti program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) yang merupakan kerjasama OJK dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama dengan jumlah rekening yang dihasilkansebanyak 33,92 juta rekening dan saldo Rp 21,36 triliun, Program Simpanan Pelajar (Simpel) dengan nominal saldo Rp 5,43 triliun dan jumlah rekening yang dihasilkan 25,7 jutarekening, penyaluran kredit melalui program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir sebesar Rp 587,5 milyar dengan jumlah debitur 47,8 ribu, kredit program Jaring yang merupakan kerjasama OJK dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan sebesar Rp 34,96 triliun (9,69% yoy), Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan total penyaluran kredit sebesar Rp 151,73 triliun.
Program peningkataninklusikeuanganlainnya yang dilakukanantara lainprogram Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) dengan nominal saldo Rp 11,45 triliun dengan jumlah nasabahmencapai 36,79 juta nasabah, Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) dengan nilai premi sebesar Rp15,56 milyar dengan jumlah peternak 36.137 peternak, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dengan nilai premi Rp 141,51 milyar dengan realisasi klaim sebesar Rp 95,42 miliyar. Selainitu, OJK bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mendirikan 29 BUM-Desa Center di berbagai daerah.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, “OJK mengajak semua pihak berkolaborasi menciptakan berbagai terobosan inovatif untuk memperluas akses keuangan dan mewujudkan sektor jasa keuangan yang berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi yang inklusif.”
Strategi yang dilakukan oleh Bank Wakaf Mikro (BWM) dalammemperluasakseskeuangan di masa pandemic dilakukanmelalui digitalisasi pembiayaan, digitalisasi operasional serta digitalisasi pengembangan usaha nasabah. Total pembiayaan BWM yang disalurkantelah mencapai Rp 53 milyar dengan jumlah nasabah sebanyak 37,4 ribu nasabah.
b. Program UMKM-MU
Merupakan platform marketplace yang difasilitasi OJK untuk memfasilitasi UMKM dalam memperluas jaringan pemasarannya secara digital dan dapat mengakses layanan keuangan melalui platform. Sampai saat ini, terdapat 862 pelaku UMKM yang terdaftar dan lebih dari 1.324 produk yang dipasarkan.
c. Aplikasi KUR Bali.com
OJK membuat terobosan untuk mempermudah masyarakat memperoleh akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam bentuk digitalisasi. Terobosan ini telah diluncurkan di Bali dalam bentuk website www.kurbali.com . Melalui website ini, masyarakat dapat mengajukan KUR melalui ponsel, tanpa perlu repot datang ke bank. Di sisi lain, website ini juga memudahkan Pemerintah Provinsi Bali dan pemerintah daerah kabupaten/kota dalam mensosialisasikan serta monitoring penyaluran KUR di daerah.

Peningkatan Inklusi Keuangan
OJK menjalankan sejumlah program peningkatan inklusi keuangan secara kolaboratif dengan berbagai pemangku kepentingan seperti program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) yang merupakan kerjasama OJK dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama dengan jumlah rekening yang dihasilkansebanyak 33,92 juta rekening dan saldo Rp 21,36 triliun, Program Simpanan Pelajar (Simpel) dengan nominal saldo Rp 5,43 triliun dan jumlah rekening yang dihasilkan 25,7 jutarekening, penyaluran kredit melalui program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir sebesar Rp 587,5 milyar dengan jumlah debitur 47,8 ribu, kredit program Jaring yang merupakan kerjasama OJK dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan sebesar Rp 34,96 triliun (9,69% yoy), Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan total penyaluran kredit sebesar Rp 151,73 triliun.
Program peningkataninklusikeuanganlainnya yang dilakukanantara lainprogram Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) dengan nominal saldo Rp 11,45 triliun dengan jumlah nasabahmencapai 36,79 juta nasabah, Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) dengan nilai premi sebesar Rp15,56 milyar dengan jumlah peternak 36.137 peternak, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dengan nilai premi Rp 141,51 milyar dengan realisasi klaim sebesar Rp 95,42 miliyar. Selainitu, OJK bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mendirikan 29 BUM-Desa Center di berbagai daerah.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, “OJK mengajak semua pihak berkolaborasi menciptakan berbagai terobosan inovatif untuk memperluas akses keuangan dan mewujudkan sektor jasa keuangan yang berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi yang inklusif.”
(ars)
Lihat Juga :