3 Kawasan Perbatasan Ini Dipacu Jadi Pusat Ekonomi Baru

Rabu, 16 Desember 2020 - 19:38 WIB
loading...
3 Kawasan Perbatasan...
PLBN Motaain. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah terus mempertimbangkan ketersediaan anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) . Namun, di sisi lainnya pengembangan ekonomi kawasan perbatasan negara juga tetap menjadi fokus pemerintah, khususnya pada Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN).

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Suhajar Diantoro mengatakan, ada tiga PKSN yang menjadi fokus pemerintah yaitu PKSN Paloh-Aruk, PKSN Atambua (Motaain) dan PKSN Skouw.

"Pengembangan PKSN ini diharapkan dapat menciptakan pusat baru pertumbuhan ekonomi di kawasan beranda muka NKRI," ujar Suhajar, Selasa (15/12/2020).

(Baca juga: Selandia Baru Buka Perbatasan dengan Australia Tahun Depan )

Untuk diketahui, target lokasi pembangunan pada RPJMN 2020-2024, ada 18 Pusat Kegiatan Strategis Nasional, di mana enam diantaranya masuk major proyek yang merupakan Super Prioritas yaitu Paloh-Aruk, Nunukan, Kefamenanu, Atambua, Jayapura dan Merauke.

Dalam RPJMN pula telah ditetapkan target pembangunan 26 Pos Lintas Batas Negara (PLBN), serta 49 Pulau-pulau Kecil Terluar (PPKT). Kemudian telah ditetapkan pula 222 Kecamatan Lokasi Prioritas (Lokpri) sebagai fokus penanganan 2020-2024.

Sementara itu, dalam rangka koordinasi pengendalian pengelolaan perbatasan, BNPP menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pengendalian Pengelolaan Perbatasan Negara Tahun 2020, Bidang Infrastruktur Layanan Dasar dan Pembuka Keterpencilan di Hotel Holiday Inn, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (16/12/2020).

Rapat ini diselenggarakan dalam rangka melakukan review terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan Kementerian dan Lembaga yang dikoordinasikan oleh BNPP pada Tahun 2020. Sekaligus sebagai sarana penajaman progam prioritas pengelolaan perbatasan negara Tahun 2021.

Dengan tujuan memastikan peningkatan efektivitas sekaligus melaksanakan percepatan pengelolaan perbatasan negara secara terpadu, dalam rangka memperkokoh tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan.

(Baca juga: Investasi Bodong Marak, Psikologi Ingin Cepat Kaya Bikin Mudah Terjebak )

Serta mengetahui capaian pelaksanaan kegiatan dan permasalahan di kawasan perbatasan tahun 2020 yang dilaksanakan oleh K/L sebagai dasar pelaksanaan pengendalian kegiatan tahun 2021 dan percepatan pembangunan kawasan perbatasan sesuai dengan program dan kegiatan prioritas nasional.

Direncanakan rapat ini menghadirkan enam narasumber, yakni Sekjen Kementerian Kesehatan; Sekjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; Sekjen Kementerian Perhubungan; Sekjen Kementerian ESDM; Sekjen Kementerian Desa PDTT; Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Rapat Koordinasi Pengendalian Pengelolaan Perbatasan Negara ini dilaksanakan sesuai protokol kesehatan, sehingga sebagian besar peserta akan mengikutinya secara virtual.

Peserta sendiri ditargetkan 1000 peserta dari pusat dan daerah, diantaranya Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian/Lembaga Anggota BNPP; Sekretaris Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota, Kepala Dinas yang membidangi urusan Perbatasan, Perencanaan Pembangunan Daerah, Energi dan Sumber Daya Mineral, Perhubungan, Pendidikan, Kesehatan, serta Pemberdayaan Masyarakat Desa.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bus Lintas Batas RI-Timor...
Bus Lintas Batas RI-Timor Leste Beroperasi Mulai Hari Ini! Cek Rute, Tarif dan Fasilitasnya
Jokowi Bertemu PM Timor...
Jokowi Bertemu PM Timor Leste, Serius Bahas Pengembangan Kawasan Ekonomi di Perbatasan
PLN Kucurkan Rp23 M...
PLN Kucurkan Rp23 M Terangi Daerah Perbatasan RI-Malaysia di Kalbar
Peredaran Rupiah di...
Peredaran Rupiah di Daerah Perbatasan Harus Ditingkatkan
Majukan Perbatasan Negara,...
Majukan Perbatasan Negara, Jokowi Terbitkan Inpres Percepatan Pembangunan di PKSN
Menteri Basuki Genjot...
Menteri Basuki Genjot Pusat Ekonomi Baru di Daerah Perbatasan
4 Langkah Penyelesaian...
4 Langkah Penyelesaian Sengketa Perbatasan Pulau Kawi-Kawia di Sultra dan Sulsel
Korea Utara Tembak Jatuh...
Korea Utara Tembak Jatuh Drone Pengintai Korea Selatan setelah Langgar Wilayah Sejauh 8 Km
Thailand dan Kamboja...
Thailand dan Kamboja Sepakat Gencatan Senjata untuk Akhiri Perang Mematikan
Rekomendasi
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved