Jalan Panjang Membangun Industri Kendaraan Listrik
Jum'at, 18 Desember 2020 - 10:05 WIB
loading...
A
A
A
“Mau diapakan pabrik-pabrik mobil konvensional? Tapi tujuan akhirnya sama-sama harus ke ramah lingkungan. Itu elektrifikasi. Saya pernah baca McKenzie yang menyatakan baru di tahun 2050 terjadi namanya elektrifikasi, termasuk electric vehicle,” tuturnya.
Pengembangan dan produksi kendaraan bermotor listrik juga masih terkendali dengan teknologi batera. Menurut mantan Presdir Toyota itu teknologi baterai itu belum sempurna.
Kendaraan listrik, katanya, sangat sensitif terhadap temperatur panas, jalanan, dan kemacetan. Misalnya, secara teori bisa menempuh 360 kilometer, tapi dalam perjalanan ada tanjakan dan panas itu bisa berkurang. Harga baterai pun masih mahal. Saat ini ditaksir harganya bisa mencapai 40-60% harga mobil.
(Baca Juga: Mobil Listrik Jadi Kendaraan Dinas Kemenhub, Pelopor di K/L )
Johnny mengingatkan, sebuah teknologi itu tidak langsung jadi. Dia menceritakan dulu mobil Hybrid Toyota harganya dua kali lipat mobil biasa. Seiring berjalannya waktu, teknologi, serta riset and development-nya sudah murah, harganya 1,2 kali atau 20 persen lebih mahal dari mobil biasa.
Pengembangan dan produksi kendaraan bermotor listrik juga masih terkendali dengan teknologi batera. Menurut mantan Presdir Toyota itu teknologi baterai itu belum sempurna.
Kendaraan listrik, katanya, sangat sensitif terhadap temperatur panas, jalanan, dan kemacetan. Misalnya, secara teori bisa menempuh 360 kilometer, tapi dalam perjalanan ada tanjakan dan panas itu bisa berkurang. Harga baterai pun masih mahal. Saat ini ditaksir harganya bisa mencapai 40-60% harga mobil.
(Baca Juga: Mobil Listrik Jadi Kendaraan Dinas Kemenhub, Pelopor di K/L )
Johnny mengingatkan, sebuah teknologi itu tidak langsung jadi. Dia menceritakan dulu mobil Hybrid Toyota harganya dua kali lipat mobil biasa. Seiring berjalannya waktu, teknologi, serta riset and development-nya sudah murah, harganya 1,2 kali atau 20 persen lebih mahal dari mobil biasa.
Lihat Juga :