Kurangi Sampah Plastik di Laut, Luhut Gandeng Australia

Jum'at, 18 Desember 2020 - 12:55 WIB
loading...
A A A
"Melalui kerja sama ini, sampah plastik yang selama ini tidak terkelola dengan baik telah menjadi masalah besar bagi lingkungan. Jadi kami berharap melalui program ini dapat dikurangi dan digunakan sebagai bahan yang dapat didaur ulang menjadi bahan baru,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/12/2020).

(Baca Juga: SDGs Itu Mudah, Contohnya Minta Anak Murid Bawa Air Minum Pakai Tumbler )

Dengan mencapai tingkat daur ulang yang lebih tinggi untuk plastik di Indonesia. Di mana kerja sama ini akan berkontribusi pada tujuan Indonesia dalam mengurangi sampah plastik laut, menciptakan lapangan kerja hijau dalam industri daur ulang domestik dan mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor plastik.

Proyek ini juga akan berkontribusi pada Pembangunan Berkelanjutan PBB, Sustainable Development Goals (SDGs), dari segi pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan industri, inovasi, dan infrastruktur, pembangunan kota dan komunitas berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta kehidupan yang layak di bawah air.

"Plastik menjadi masalah yang harus diselesaikan bersama, karena semakin banyak produksi plastik baru, maka polusi sampah plastik semakin meningkat. Kerja sama ini menjadi bentuk tanggung jawab kita terhadap lingkungan, serta generasi di masa mendatang," ungkap Chairman of Minderoo Foundation Trust Andrew Forrest.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
IBCSD Dorong Percepatan...
IBCSD Dorong Percepatan Investasi Iklim untuk Dekarbonisasi Industri melalui Forum Bisnis
Rupiah Nyungsep ke Rp17.667/USD,...
Rupiah Nyungsep ke Rp17.667/USD, Luhut Ingatkan OJK Punya Tugas Tambahan
Prabowo Panggil Luhut...
Prabowo Panggil Luhut hingga Chatib Basri di Hambalang, Bahas Apa?
Cerita Pramono Kena...
Cerita Pramono Kena Tegur Istrinya Gegara Aturan Pilah Sampah, Disuruh Cuci Wadah Plastik Sambal
ITS Tembus Peringkat...
ITS Tembus Peringkat 101-200 Besar Dunia di THE Impact Ratings 2026
Rekomendasi
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved