Disebut Rugikan Nelayan, DPR Sarankan Audit Tambang PT Timah

Minggu, 20 Desember 2020 - 04:04 WIB
loading...
Disebut Rugikan Nelayan,...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IV DPR, Dedi Mulyadi menyarankan agar aktivitas pertambangan PT Timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) diaudit. Pasalnya, aktivitas perusahaan plat merah itu dipermasalahkan oleh nelayan karena disinyalir mengganggu aktivitas para nelayan.

Politikus Partai Golkar ini mencurigai adanya unsur paksaan dalam aktivitas pertambangan karena perusahaan telah mengalami rugi. Menurutnya, penghitungannya diambil dari berapa yang mendapatkan untuk ambil tambangnya, berapa penghitungan PT Timah dan berapa yang ke kas negara.

(baca juga: Cari Solusi PT Timah vs Nelayan, Pemprov Babel Minta Arahan Pemerintah Pusat )

"Makanya saya cenderung sudah deh diaudit aja penambangan PT Timah di Bangka Belitung, merugikan negara atau tidak? merugikan masyarakat atau tidak? lihat dari sisi ekonomi, sosial dan lingkungan, itu saja. Kalau ternyata tidak ya harus berani mengambil keputusan," ujar Dedi dalam forum diskusi Polemik Trijaya FM, Sabtu (19/12/2020).

Meskipun pertambangan itu dilakukan perusahaan plat merah, namun hal itu tidak membuat Dedi beranggapan bahwa PT Timah bisa melakukan apa saja di perairan Bangka Belitung, terlebih ternyata BUMN tersebut merugi dan tetap melakukan aktivitas pertambangan.

(Baca juga: Awas! Dana Abadi RI Bisa Nyerok dari Saham BUMN )

"BUMN rugi nyedot timah di pinggir pantai, rugi ngapain masih dilakukan? ini kan aneh, BUMN PT Timah itu rugi. Kalau kata saya udah deh istirahatin aja daripada payah nyedotin terus," kata dia.

"Yang disedot tidak berdampak bagi pendapatan BUMN, tidak berefek pada pendapatan negara yang ada kerusakan. Ngapain kerusakan diteruskan menimbulkan kerugian bagi negara dan ke masyarakat, jadi tidak merah putih lagi menurut saya," sambungnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BRI Salurkan KUR Rp65,95...
BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558.000 Petani dan 23.000 Nelayan
Mengapa Nelayan Butuh...
Mengapa Nelayan Butuh Dukungan Asuransi, Begini Penjelasannya
Cari Bos Baru OJK, Purbaya...
Cari Bos Baru OJK, Purbaya Blak-blak Soal Beberapa Pelamar
Edukasi Keselamatan...
Edukasi Keselamatan di Laut, PIS Salurkan Life Vest untuk Nelayan
Kolaborasi Membangun...
Kolaborasi Membangun SDM Unggul Menuju Generasi Emas 2045
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga dan Pemerintah Kolaborasi Bangun SPBU Nelayan di Lampung Timur
Jadi Anak Pejabat, Okie...
Jadi Anak Pejabat, Okie Agustina Larang Kiesha Alvaro Flexing di Media Sosial
Gus Falah Desak Bandar...
Gus Falah Desak Bandar Judi Berkedok Game Center Ditindak Maksimal Sesuai KUHP Baru
Bantu Aktivitas Ekonomi...
Bantu Aktivitas Ekonomi Nelayan, Wilmar Serahkan Peralatan Tangkap Ikan
Rekomendasi
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Asprov PSSI Banyak Dipimpin...
Asprov PSSI Banyak Dipimpin Plt Ketua, Tata Kelola Federasi Dipertanyakan
Perbedaan SPMB Bersama...
Perbedaan SPMB Bersama dan PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya
Berita Terkini
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Infografis
Ini Rincian Gaji Anggota...
Ini Rincian Gaji Anggota DPR Jadi Rp65,5 Juta usai Pemangkasan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved